Makassar, PANRITA.News – Forum Mahasiswa Pemantau Obat dan Makanan (FMPOM) mengecam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Makassar yang dianggap lalai mengawasi peredaran kosmetik ilegal.
Hal itu disampaikan melalui Direktur Eksekutif FMPOM, Amriadi saat di konfirmasi, Senin (18/7/2022).
Amriadi yang juga merupakan seorang aktivis lingkungan dan kesehatan ini menilai jika kinerja BPOM Makassar sangat-sangat lamban dan terkesan menutupi sesuatu.
“Bayangkan saja jika BPOM terus seperti itu berapa banyak kerugian dan korban dari kosmetik illegal yang seenaknya di edarkan di masyarakat” ungkapnya.
Ditambah lagi menurutnya, beberapa waktu yang lalu BPOM menemukan sebanyak tiga ribuan produk kosmetik illegal namun data tentang kosmetik tersebut sampai saat inu belum juga dikeluarkan oleh BPOM.
“BPOM beberapa waktu lalu merilis berbagai jenis kosmetik illegal namun nama dan siapa yang memproduksi hal tersebut tidak di sampaikan ke hadapan publik, jadi bagaimana itu bisa di indahkan oleh masyarakat” ujarnya.
Ditambah lagi ia menduga jika para pelaku kosmetik illegal memiliki bekingan kuat dari BPOM yang menyebabkan mereka seakan kebal hukum.
“Ini dugaan kami yah jika penjual kosmetik illegal ini terkesan di lindungi sehingga sampai saat ini masih belum di tindak” ujarnya dengan tegas.
Olehnya itu ia mendesak agar hal tersebut bisa segera ditangani, bahkan apabila berlanjut terus, lebih baiknya dilakukan restrukturisasi BPOM Makassar.
“Kami akan melakukan konsolidasi terkait dengan kondisi peredaran kosmetik illegal, dalam waktu dekat ini kami akan melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut Kepala BPOM Makassar untuk mengundurkan diri dari jabatannya bahkan kalau perlu semua pejabat harus di restrukturisasi” Tegas Amriadi.

Comment