Bontang, PANRITA.News – Komisi II DPRD Bontang memberikan rapor merah ke 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebab, hingga bulan Juni lalu, serapan anggaran dinilai masih rendah. Hanya sampai pada angka 29,87 persen dari total anggaran Rp 1,39 triliun.
“Baru sekitar Rp 416 miliar yang terserap. Ini terlalu kecil. Masih bagus tahun kemarin, rata-rata 30 persen ke atas di bulan yang sama,” ucapnya.
Menurut politisi Golkar ini, dari 31 OPD yang paling buruk kinerjanya ada dua instansi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan).
Di mana realisasi penggunaan anggarannya baru mencapai 7,36 persen dan 19,29 persen.
“Dua OPD ini yang paling kecil realisasi anggarannya. PUPRK baru sekitar Rp 12,7 miliar. Sedangkan Perkimtan baru 19,29 sekitar Rp 7,9 miliar dari masing-masing jatah anggaran yang diberikan,” terangnya.
Terkait realisasi anggaran tersebut, sambung Rustam, tidak dilihat berdasarkan persentase pekerjaan, namun berdasarkan realisasi pencairan penggunaan anggaran.
“Bisa saja mungkin kegiatan sudah berjalan di sana, tetapi belum mengajukan penagihan. Jadi uangnya masih sangat besar,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, ia meminta agar para OPD Pemkot Bontang segera memaksimalkan anggaran yang telah diberikan tersebut.
“Apapun alasannya, kami anggap ini terlalu rendah. Paling tidak kalau mau masuk 6 bulan pemakaian anggaran harus 35 persen ke atas lah,” pungkasnya.

Comment