Musda Pertama Kekar Bajo, MBA: Dadanangku Sama Sulaya Masa Depan Laut Indonesia

Musda Pertama Kekar Bajo, MBA: Dadanangku Sama Sulaya Masa Depan Laut Indonesia

Kepulauan Selayar, PANRITA.News – Memperkuat ikatan kekeluargaan, Dadakangku Sama Bajo Selayar atau Sama Sulaya menggelar acara Silaturahmi Rumpun Keluarga Bajo yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) Pertama Kekar Bajo Selayar.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Selayar dan dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah ini dilaksanakan di Pendopo Eks Rujab Bupati, Jl. Jend. Sudirman Benteng, Sabtu (25/06) malam.

Pada sambutannya, Bupati Muh. Basli Ali (MBA) memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada inisiator dan panitia pelaksana yang telah menginisiasi dan bekerja keras atas penyelenggaraan kegiatan ini.

“Ada banyak alasan kenapa kegiatan ini saya apresiasi, salah satunya karena istri saya bagian dari rumpun keluarga bajo” ucapnya

Lanjut Bupati, Kegiatan ini menjadi penting tidak hanya bagi dadanangku sama sulaya yang ingin merajut silaturahmi, tapi kegiatan juga penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat dalam hal pelibatan dan pemberdayaan suku bajo.

“Pemerintah menyadari besarnya populasi Suku Bajo di Indonesia, dan mereka memiliki posisi penting terhadap masa depan laut Indonesia,” ucap MBA

Oleh karena itu, orang nomor satu di Kepulauan Selayar ini berharap dari kegiatan ini lahir ide-ide cemerlang, dan rekomendasi-rekomendasi reel yang bisa langsung ditindaklanjuti khususnya terkait kelautan, perikanan dan konservasi.

Legislator Ali Alatas, salah satu inisiator kegiatan ini mengatakan bahwa Pembentukan Kerukunan Keluarga Bajo (Kekar Bajo) tidak lebih sebagai wadah silaturahmi dan sarana untuk menyatukan keluarga suku bajo yang tersebar diberbagai pelosok daerah.

Sementara itu Sang inspirator kegiatan Muh Yakub yang akrab disapa si Anak Atol pada kesempatannya memberikan garansi jika Kepulauan Selayar ingin dikenal di forum-forum dunia maka potensi suku bajo kuncinya.

“Memang Bajo indentik dengan ketertinggalan dan kemiskinan, namun dibeberapa tempat Bajo itu dijadikan potensi untuk mendongkrak daerahnya” kata si Anak Atol, oleh Media BBC menyebutnya Duta Karang (Coral Reef Ambassador).

Tinggalkan Komentar