Bontang, PANRITA.News – 125 sekolah setingkat SD, SMP dan SMA di Kota Bontang terverifikasi menuju aman bencana. Hasil itu merupakan capaian BPBD Bontang yang gencar mensosialisasikan pentingnya mitigasi kebencanaan di lingkungan pendidikan, sejak 2016 sampai dengan 2020 lalu.
“Rinciannya ini sudah tergabung antara sekolah negeri dan swasta. Diantaranya 64 SD, 35 SMP dan 26 SMA,” kata Staf Pelaksana Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Bontang Abdul Majid saat ditemui diruangannya, Jumat (10/06/2022).
Ia menjelaskan, Sekolah Aman Bencana (SAB) adalah sekolah yang menerapkan standar keamanan, serta budaya yang melindungi warga sekolah dan lingkungan sekitarnya dari bahaya bencana yang kemungkinan terjadi. Misalnya, musibah kebakaran, tanah longsor, banjir dan bencana lainnya.
“Kita perlu sadari, kenapa SAB perlu. karena sekolah merupakan titik kumpul peserta didik yang punya kerentatan cukup tinggi akan bencana, maka itu kami (BPBD) berkepentingan untuk memberikan pelatihan, pemahaman langkah apa yang perlu diambil, jika sewaktu-waktu ada bencana, termasuk kesiapan sarana dan prasananya,” terangnya.
Dimana hal tersebut, diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulan Bencana dan Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2012 tentang SKB.
Meski demikian, Majid mengaku dari 125 sekolah mayoritas terverifikasi aman ‘dengan catatan’. Artinya ada rekomendasi yang diberikan BPBD yang perlu dilengkapi.
“Kendalanya biasa sapras, Rekomendasinya harus ada apar, ada petunjuk jalur evakuasi penyelematan. Kalau sekolahnya bertingkat harusnya ada tangga daruratnya, masih banyak tangganya satu fungsi di pakai naik itu juga pakai turun jadi satu itu sangat membahayakan untuk warga sekolah,seperti itu” bebernya.
Menurutnya problem tersebut sebenarnya terbawa dari pemahaman kebencanaan masih minim. Maka pihaknya saat ini sedang berupaya membuat Peraturan Daerah terkait kebencanaan.
“Jadi nanti kita tidak hanya bicara pelatihan, atau mitigasi tapi sampai ke melarang jika tidak sesuai aturan yang kita tetapkan. Mudah itu segera terwujud,” pungkasnya.

Comment