Usai Ditinggal Pemain Inti, Begini Prediksi Kekuatan PSM Makassar Untuk Bersaing di Liga 1

Usai Ditinggal Pemain Inti, Begini Prediksi Kekuatan PSM Makassar Untuk Bersaing di Liga 1

Illustrasi

Makassar, PANRITA.News – Skuad PSM Makassar saat ini belum ideal untuk bisa bersaing di Liga 1 2022/2023. Banyak pemain inti PSM musim lalu yang hengkang, sementara penggantinya merupakan pemain pelapis di klub sebelumnya.

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares pun mulai mengeluhkan hal ini. Menurutnya banyak pemain kunci PSM Makassar yang memilih hengkang merupakan suatu kendala yang dihadapinya.

Pasalnya kondisi tersebut membuatnya harus mencari pengganti yang lebih baik atau paling tidak kualitasnya setara dengan yang hengkang. Sayangnya, ia mengaku mulai kesulitan menemukan pemain yang diinginkan.

“Kita kehilangan (banyak) pemain penting dari tim ini. Dua penjaga gawang, winger, dan kita butuh tenaga pemain Liga 1 yang berpengalaman,” kata Bernardo Tavares dikonfirmasi Selasa (24/05/2022).

Pemain hengkang yang dimaksud Bernardo Tavares adalah, Hilmansyah dan Syaiful. Kemudian winger yang disinggung adalah Abdul Rachman, Zulkifli Syukur, Saldi, dan Sutanto Tan.

Sementara pemain pengganti dari pemain yang hengkang adalah minim jam bermain di klub sebelumnya. Di posisi penjaga gawang PSM mendatangkan Annas Fitranto, Rivky Mokodompit, dan Wahyu Tri Nugroho.

Kemudian posisi winger, PSM merekrut Samuel Simanjuntak, Mahdi Fahri Albaar, Vivi Asrizal, dan Bryan Cesar Ramadhan. Ditambah pemain trial dan jebolan akademi PSM Makassar.

“Kita mencoba mencari apakah masih ada tersisa (pemain). Kualitas tersembunyi dari pemain yang belum punya klub karena pemain terkenal semua marketnya sudah tutup. Kita berusaha jadi saya mau lihat semuanya,” jelas Bernardo.

Belum lagi di komposisi pemain asing. Skuad Juku Eja baru memastikan dua slot yang ditempati Wiljan Pluim dan Everton Nascimento. Dua slot lagi masih kosong, meski telah santer dikaitkan dengan pemain asal Jepang, Kenzo Nambu dan bek asal Portugal, Yuran Lopes. .

Dua kandidat pemain asing PSM Makassar tersebut juga tidak pemain yang spesial. Kenzo Nambu hanya bermain di Liga kasta kedua di Thailand, begituan Yuran Lopes yang bermain di divisi kedua Liga Portugal.

“Ini tantangan buat tim dan pemain-pemain mempersiapkan diri dengan baik untuk Liga 1 musim depan,” jelasnya.

Pelatih kebangsaan Portugal itu menilai, level permainan PSM Makassar bisa dilihat saat melakukan uji coba menghadapi PSIS Semarang. Duel akan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang Sabtu (28/5).

“Kita bermain di luar Makassar. Kita akan lihat apakah saya mempunyai tim yang lebih bagus dari musim lalu atau tim ini hanya akan berjuang menghindari degradasi,” nilainya.

Bernardo Tavares tampaknya mulai pesimis melihat permainan timnya yang ditahan imbang 1-1 oleh tim Liga 3, OTP 37 FC Mamuju. Meski pada laga tersebut telah memainkan beberapa pemain senior seprti Rasyid Bakri, M Arfan, Rizky Eka, Erwin Gutawa, dan si kembar Yakob Sayuri dan Yance Sayuri.

“Di sini kita (bisa) lihat bahwa pemain yang bagus itu akan bermain bagus, mau 1.000 penonton lawan, mau 10 ribu, atau berapa banyak pun pemain profesional akan tetap bermain bagus,” tutupnya.

Belum lagi, Bernardo Tavares menyinggung soal bursa transfer klub-klub di Liga 1. Ia memantau kalau klub pesaing sangat gencar merekrut pemain-pemain bidikannya, meski harus bersaing dengan klub lainnya dan dibeli mahal. Salah satu yang disebutnya adalah PSIS Semarang.

“Jangan lupa bahwa tim yang akan kita lawan adalah tim yang finish menyelesaikan musim kemarin posisi 7. Melawan kita yang di posisi (bawah klasemen). Mereka juga membawa beberapa pemain amunisi baru di tim mereka dalam membangun tim,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar