Harga Porang Anjlok, Warga Sinjai Minta Pemerintah Turun Tangan

Harga Porang Anjlok, Warga Sinjai Minta Pemerintah Turun Tangan

Illustrasi porang

Sinjai, PANRITA.News – Petani porang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan harga jual hasil taninya turun drastis. Mereka meminta pemerintah turun tangan menyikapi anjloknya harga porang.

“Harganya turun drastis dari Rp 7.000 per kg menjadi Rp 3.000 per kg. Kalau kondisi seperti ini, kami sebagai petani sangat rugi,” kata salah seorang petani porang, Andi Kamal Yahya dikutip dari detikSulsel, Selasa (17/05/2022).

Kamal mengungkapkan, waktu tanam porang mulai dari menanam sampai panen memakan waktu delapan bulan. Sedangkan, harga penjualan porang tidak mencapai dari modal yang dikeluarkan.

“Jelas kami merugi, karena modalnya tidak kembali. Ada biaya pemeliharaan ditambah lagi pupuk semakin mahal,” keluhnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini pemerintah mesti turun tangan memberikan solusi kepada para petani porang. Dinas Pertanian Sinjai diminta memfasilitasi keluhan petani.

“Saya minta Dinas Pertanian untuk turun tangan memberikan solusi kepada kami, karena kalau seperti ini kami bisa menjerit,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sinjai Kamaruddin mengaku sudah mengupayakan untuk mengkoordinasikan dengan pihak Kementan dan Perindag terkait harga jual porang tersebut. Bahkan disebutnya sudah membuat surat terbuka ke Presiden.

“Untuk sementara kita sarankan petani untuk menunda dulu panennya. Mudah-mudahan ada perubahan harga,” sebutnya.

Kamaruddin menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada Dinas Pertanian Pemprov Sulsel terkait rendahnya harga porang. Sehingga para petani diminta bersabar dahulu.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan pemprov untuk membangun komunikasi dengan pihak pabrikan yang ada di Sulsel,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar