PDAM Curio Enrekang Mangkrak, LSM PILHI Duga Dana APBN Dikorupsi

PDAM Curio Enrekang Mangkrak, LSM PILHI Duga Dana APBN Dikorupsi

Enrekang, PANRITA.News – Warga desa Buttu Pema, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, tampak  kecewa. Pasalnya, sudah bertahun-tahun warga telah membayar pemasangan kilo meter (KWH, red), untuk air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Curio, kabupaten Enrekang, namun, hingga kini, tak ada tanda-tanda air akan mengalir ke rumah warga, khususnya kepada calon pelanggan PDAM Curio.

Bahkan, bukan hanya air PDAM yang terletak di kecamatan Curio ini yang tak berfungsi, ternyata proyek PDAM Curio ditengarai mangkrak. Nah, di balik mangkraknya proyek PDAM Curio Enrekang, kuat dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi.

“Indikasi terjadinya dugaan korupsi sangat kuat,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (LSM PILHI) dalam rilisnya, Selasa, (12/04/2022).

Menurut Syamsir Anchi, potensi penyalahgunaan anggaran negara sangat besar terjadi, selain itu, pipa yang digunakan jauh dari standar, pun dugaan mark up anggaran. Ia menduga  ada oknum-oknum yang bermain di balik mangkraknya PDAM Curio.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, terbukti tidak ada  papan nama proyek pembangunan PDAM Curio sejak dimulai dibangun tahun 2016 lalu.

Bahkan, hingga kini tidak jelas nilai anggaran, dan kontraktor pelaksana proyek yang dianggarkan dalam APBN 2016 lalu dimana pembangunannya dilakukan 2 (dua) tahap. Akan tetapi, Syamsir Anchi menduga nilai anggaran pembangunan PDAM Curio mencapai puluhan miliar, baik di tahap pertama maupun tahap kedua, hasilnya nilai pantastis. Pihaknya sementara dalam penelusuran nilai anggaran proyek.

Untuk diketahui publik, tahap pertama, dimulai tahun 2016 dengan membangun dua bak besar, dan selanjutnya, tahap kedua, tahun 2017 dengan pemasangan instalasi pipa.

Menurut Anchi, (panggilan akrab Syamsir Anchi, red) timnya sementara dalam perampungan data-data di lapangan.

“Jika sudah rampung, kami pasti melaporkan hal ini kepada pihak terkait, dan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegas Anchi yang juga alumni Sejarah Fakultas Sastra Unhas tahun 1993, kini ilmu budaya. (*)

Tinggalkan Komentar