Tiga Tahun Pendampingan, PSS Sukses Majukan Kampung di Berau

Tiga Tahun Pendampingan, PSS Sukses Majukan Kampung di Berau

Tanjung Redeb, PANRITA.News – Pendampingan Pejuang Sigap Sejahtera (PSS) selama tiga tahun di Kabupaten Berau (2018-2021), telah menunjukkan dampak yang positif.

PSS tersebut digagas pada tahun 2018 oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK),  Universitas Gadjah Mada, Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal.

Agenda tersebut menyalurkannya ratusan pemuda yang ditempatkan pada 100 kampung di Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Berau Ilyas Natsir mengatakan jika PSS ini telah menunjukkan hasil yang positif terhadap perbaikan daerah.

“Terlihat perbaikan dari tata kelola pemerintahan, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) dan kelembagaan ekonomi,” ujarnya dalam acara pembukaan Pelatihan Tematik I PSS Kabupaten Berau, Senin (28/03/2022).

Indikator dari perbaikan tata kelola pemerintahan sendiri salah satunya adalah sinergi dengan pendamping Kemendes PDDT dalam survei dan input data Indeks Desa Membangun.

Hasilnya terdata sebelas kampung mandiri, 38 kampung maju, 50 kampung berkembang dan satu kampung tertinggal. Kemudian dari sisi pemanfaatan SDA, sebanyak 12 kampung telah mendapatkan hak pengelolaan hutan desa dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan total luasan mencapai 77 ribu hektare.

Terakhir dari aspek ekonomi, sudah ada 69 Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) yang aktif.

Atas sejumlah capaian tersebut, maka pada tahun ini kembali dilaksanakan perekrutan PSS dengan jumlah sebanyak 27 orang. Mereka akan melengkapi komposisi koordinator kecamatan maupun fasilitator kampung.

Apalagi pada tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Berau merencanakan mekanisme Insentif Berbasis Kinerja (IBK) bagi pemerintahan kampung yang berprestasi.

Tujuannya memacu  pembangunan di tingkat kampung dengan baik serta selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang dicanangkan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT).

“Pejuang SIGAP mendukung dan diharapkan mempercepat capaian TPB di Berau, kami berkomitmen dalam upaya ini,” ujar Spesialias Pengembangan Kapasitas Kampung YKAN Christianus Djoka.

Maka, pada 2022  akan dilakukan penajaman strategi untuk anggota baru PSS. Mereka akan digembleng untuk dapat memahami tentang fungsi menjadi seorang fasilitator program serta memahami tentang tahapan-tahapan pendekatan SIGAP serta mendorong pengembangan model pembelajaran antar fasilitator kampung.

“Pelatihan ini adalah awal mulanya,” ujar Wahono dari Nastari. 

Yayasan Nastari adalah lembaga yang melatih PSS dalam aspek tata kelola pemerintahan kampung, tata kelola sumber daya alam, dan tata kelola ekonomi secara bersamaan.

Dalam pelatihan tematik  selama lima hari ini (28 Maret-1 April 2022) ini,  peserta mendapatkan pelatihan dengan metodologi Pendidikan Orang Dewasa (POD).

Adapun metode dan teknik yang digunakan meliputi bermain peran, curah pendapat, diskusi kelompok dan presentasi. Seluruh metode dan teknik diintegrasikan dan mengacu pada tahapan pendekatan akSi Inspiratif warGA untuk Perubahan (SIGAP).

Pendekatan SIGAP yang dikembangkan YKAN merujuk pada pendampingan warga kampung yang bertumpu pada aksi kolektif warga untuk menemukan kekuatan, impian serta solusi kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan, menguatkan eksistensi diri mereka sebagai komunitas atau warga kampung.

Comment