Dialog Road To RAK HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan: Kader Harus Sejalan dengan Zaman

Dialog Road To RAK HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan: Kader Harus Sejalan dengan Zaman

Dialog Road to Rapat Anggota Komisariat HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan Cabang Gowa Raya di Cafe Paper and Cup.

Gowa,  PANRITA.News – Himpunan Mahasiswa Islam (Komisariat Tarbiyah dan Keguruan) Cabang Gowa Raya menggelar Dialog dan Sharing Session dengan para alumni di Cafe Paper and Cup, Jl. Tun Abdul Razak, Gowa, Kamis (10/02/2022).

Kegiatan yang dibuka secara seremonial ini menghadirkan empat pemateri yang kesemuanya merupakan kader HMI Komisariat Tarbiyah dan pernah menjabat Sebagai Ketua Komisariat.

Mereka masing-masing adalah Arfan Sery Jusuf, Azis Muslimin, Baharuddin Hafid, dan Syamsul Bahri.

Beberapa pembahasan menarik yang berlangsung terkait dengan perkembangan HMI Khususnya Komisariat Tarbiyah dan Keguruan.

Arfan Jusuf menyampaikan jika HMI harus melahirkan kader yang matang dan jelas, karena HMI dapat masuk ke segala lini, entah politik, akademik maupun bisnis.

“Keluaran HMI harus jelas” ungkap Arfan yang juga pejabat Pemerintah Kota Makassar tersebut.

olehnya itu, HMI harus mulai berjalan sesuai zaman agar mampu terus bersaing.

“HMI Khususnya Komisariat Tarbiyah harus mulai berjalan sesuai zaman, harus melahirkan insan akademis, penulis, juga publikasi kader harus dibangun” ungkap Azis Muslimin yang merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Makassar.

HMI juga harus memanfaatkan teknologi secara maksimal dengan membangun iklim dunia Maya yang baik dan membangun anggota secara pemikiran.

“HMI harus hadir mengisi ruang kosong dan isi kepala anggota hmi dengan membuat ‘sekretariat di dunia maya’ sebagai pemanfaatan tekhnologi” tutur Baharuddin Hafid, salah satu dosen yabg juga pernah menjabat sebagai ketua KPU Jeneponto.

Kemampuan tersebut akan menunjang kiprah HMI di wilayah internal organisasi kampus. Terlebih jika dihadapkan pada pilihan perjuangan yang harus di tempuh, tentunya harus memiliki pemikiran dan strategi yang matang.

“Perjuangan hadir dalam tiga bentuk, melawan kebijakan, memperjuangkan kepentingan atau memperjuangkan nilai, hal tersebut masing-masing harus dengan strategi dan taktik yang matang agar tujuan bisa tercapai” jelas Baharuddin yang juga salah satu NDPers Nasional.

Senada dengan hal tersebut, Syamsul Bahri juga mengungkapkan jika perjuangan memnag harus di persiapkan dengan strategi yang matang, bukan hanya maju tanpa tujuan yang jelas.

“Segala perjuangan harus disiapkan dengan strategi yang matang, analisis harus jelas sehingga tujuan yang di inginkan” terang dosen UKDM ini.

Untuk diketahui, Dialog ini dilaksanakan menyongsong Rapat Anggota Komisariat HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan Cabang Gowa Raya yang akan digelar pada Jumat (11/02).

Comment