MD KAHMI Gowa Bersama DPP APSI Akan Gelar Diklat Mediator Bersertifikat Mahkamah Agung

MD KAHMI Gowa Bersama DPP APSI Akan Gelar Diklat Mediator Bersertifikat Mahkamah Agung

Rapat panitia pelaksana pelatihan mediator MD KAHMI Gowa.

Gowa, PANRITA.News – Mediasi merupakan sebuah langkah yang ditempuh dalam  menyelesaikan persoalan atau sengketa di tengah masyarakat agar tidak bermuara dipengadilan atau berperkara di pengadilan.

Proses mediasi lebih fleksibel, lebih efektif biaya, tertutup dan efisien.

Tak heran jika mediasi merupakan salah satu alternatif dalam  penyelesaian masalah yang berkembang cepat dan paling sering digunakan oleh berbagai kalangan.

Terkait itu, Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPP APSI) bekerjasama dengan Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Gowa akan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Mediator bersertifikasi Mahkamah Agung RI “A”. No. 16/KMA/SK/2019.

Kegiatan diklat ini direncanakan berlangsung selama 10 (sepuluh) hari dari tanggal 21-30 Maret bertempat  di Hotel Claro Makassar.

Koordinator Presidium MD KAHMI GOWA Syawaluddin Rala mengatakan Diklat mediator yang bersertifikat Mahkamah Agung ini akan membantu mengatasi pengangguran.

“Alumni alumni dari kegiatan ini akan menjadi pekerja hukum dan menjadi duta pendamai dari semua sengketa hukum, bisa juga dikatakan mediator adalah corong penegak hukum ” ungkap Syawaluddin Rala,  Kamis (10/02/2022).

Ditempat yang sama, Muh.Isra DS, Presidium KAHMI Gowa yang jadi mentor kegiatan Diklat ini menambahkan peserta dibatasi hanya maksimal 40 orang, peserta sarjana semua profesi, bukan hanya sarjana hukum

“Untuk masyarakat umum yang belum sarjana tidak bisa , untuk mahasiswa boleh  tapi sertifikat mediatornya diterbitkan setelah sarjana” ungkap Isra DS.

“Sertifikat bisa digunakan menangani orang bersengketa. Sertipikat bisa dipakai mendaftar nama di pengadilan agar kita jadi mediator di pengadilan agama dan negeri” lanjutnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum DPP APSI Dahlang S. Ag. MH saat dikonfirmasi perihal kegiatan Diklat Mediator  kerja sama MD KAHMI Gowa dengan DPP APSI menjelaskan kehadiran mediator adalah jawaban atas asas peradilan cepat  sederhana dan biaya ringan.

Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2016 tentang prosedur mediasi dipengadilan telah memberikan kepastian hukum bagi mediator yang sah, yang salah satu syaratnya harus memiliki sertipikat mediator, jelas Dahlang.

Lanjut Dahlang, dalam Perma tersebut ditegaskan bahwa Hakim atau pihak lain yang bertindak sebagai mediator harus bersertipikat mediator yang diterbitkan Mahkamah Agung atau diterbitkan oleh lembaga yang terakreditasi Mahkamah Agung.

“APSI adalah lembaga yang terakrdditasi A Mahkamah Agung Nomor : 16/KMA/SK/2019 ”  terang Dahlang.

Oleh karena itu kata Dahlang, dalam kegiatan ini (diklat mediator, red) MD KAHMI Kabupaten Gowa menggandeng DPP APSI menyelenggarakan pelatihan mediator bersertipikat agar menghasilkan para mediator yang sudah memiliki sertipikat mediator  sehingga hasil kerja mediator dilapangan menghasilkan kesepakatan damai pihak bersengketa dan dituangkan ke dalam akta perdamaian (akta van dading) sama putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Ketua Panitia pelaksana Diklat mediator DR. H. Husen Sarujin mengungkapkan kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat membantu berbagai kalangan dalam menyelesaikan setiap masalah

“Melalui kegiatan ini kita akan melakukan konsolidasi dengan berbagai stoke holder terkait sebab kegiatan mediator sangat dibutuhkan oleh semua kalangan dalam menyelesaikan sengketa”  kata Husain Sarujen.

Hal senada dikatakan sekretaris panitia Maulana Akbar, Diklat Mediator itu adalah kegiatan yang berorientasi pada lahirnya mediator mediator yang disertifikasi langsung oleh Mahkamah Agung dan juga memiliki wewenang dalam menyelesaikan masalah atau pun sengketa hukum.

“Kegiatan ini sangat menarik, sebab dengan hadirnya mediator yang bersertifikat maka setiap orang atau pun organ yang bersengketa tidak perlu lagi membawa konflik ke pengadilan, cukup diselesaikan oleh mediator” kunci Maulana.

Tinggalkan Komentar