Makassar, PANRITA.News – Maluku Baileo Exhibition (MBE) yang merupakan Ekspo UMKM asal Maluku digelar di Makassar, Sabtu (05/02/2022).
Ekspo UMKM yang merupakan inisiasi Gubernur Maluku ini menampilkan 250 produk unggulan Maluku sekaligus sebagai bentuk kegiatan inisiasi revitalisasi jalur perdagangan antara Makassar dengan Kepulauan Maluku yang membentuk Jalur Rempah Nusantara pada Abad 15-17 Masehi.
Kegiatan ini juga bagian kerjasama antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mendukung kebijakan soft power diplomacy Indonesia, yang baru diluncurkan oleh Presiden pada akhir Januari kemarin yakni Indonesia Spice up The World yang akan di bawa pada Forum KTT G20 mendatang.
Salah satu delegasi adalah Kabupaten Maluku Tenggara yang dipimpin langsung oleh Bupati M. Thaher Hanubun dan Wakil Bupati yang didampingi OPD-OPD Strategis dari Pertanian, Perindustrian, Pariwisata, Koperasi dan UMKM untuk mempromosikan potensi unggulan daerah, yakni rumput laut, perikanan, pariwisata bahari dan cultural tourism.
Pameran produk UMKM dan potensi-potensi daerah tersebut berlangsung di Mall Ratu Indah, Kota Makassar.
Salah satu program andalan yang ditawarkan oleh Bupati Maluku Tenggara adalah kemudahan investasi di daerahnya.
Kemudahan yang diberikan pun tak tanggung-tanggung, investor akan dimudahkan dalam urusan perizinan, penggunaan lahan hingga pajak.
“Untuk yang ingin berinvestasi maka kami akan berikan kemudahan untuk investor baik dari segi perizinan, penggunaan lahan, yang paling penting adalah investor tak perlu membayar selama 6 bulan pertama” ungkapnya kepada awak media, Sabtu, (05/02/2022).
Ia pun berharap agar investor dapat segera masuk ke Maluku Tenggara dengan kemudahan-kemudahan tersebut. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan potensi dan kesejahteraan masyarakat di daerahnya.
Menurutnya pula, ada banyak hal yang dapat menjadi tempat investasi, salah satunya ada produk makanan khas yang terbuat dari umbi beracun yang disulap menjadi makanan berkhasiat untuk mencegah kanker.
“Jadi jika ada investor yang siap maka akan segera di produksi dalam jumlah banyak, bahan dan lahan sudah siap, sisa pabrik yang belum” ungkapnya.
Apalagi menurutnya selama ini produk tersebut sangat laku dan banyak permintaan yang datang namun karena keterbatasan pabrik maka belum bisa di produksi dalam jumlah yang besar.
Bukan hanya produk itu, tapi ada banyak sektor yang bisa menjadi lahan investor, seperti dalam bidang parawisata maupun perikanan dan kelautan.
“Ada banyak potensi yang berada di Maluku Tenggara yang menjanjikan, jadi kami menunggu para investor dengan kemudahan-kemudahan yang kami berikan” ungkapnya.

Comment