Dokter Kecantikan Terduga Pelaku Bisnis PCR Palsu Diringkus Polisi di Makassar

Dokter Kecantikan Terduga Pelaku Bisnis PCR Palsu Duringkus Polisi di Makassar

Illustrasi

Makassar, PANRITA.News – Polisi meringkus seorang dokter kecantikan berinisial CT terkait bisnis PCR dan Antigen palsu.

Dia ditangkap di klinik miliknya yang terletak di Jl. Andi Djemma, Kota Makassar, Rabu (19/02/2022).

“Pelaku dokter kecantikan itu berisial Dr CT (34) warga Jl Andi Djemma Makassar,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana saat merilis kasus tersebut di Mapolrestabes Makassar, Rabu (19/01/2022).

Komang menjelaskan, kasus tersebut terungkap berawal saat anggota Resmob Polsek Rappocini melakukan penyelidikan kasus pencurian handphone di klinik tersebut.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan mendapati bukti percakapan pemilik klinik melalui Whatsapp yang berisi pembuatan hasil PCR dan Antigen dibuat secara tidak resmi/fiktif untuk tujuan penerbangan.

“Terduga pelaku ini menerima jasa pembuatan hasil PCR dan Swab Antigen secara tidak resmi yang digunakan untuk persyaratan penerbangan. Jadi mereka telah mengerjakan pemalsuan dokumen,” ungkap Komang.

Adapun hasil interogasi, lanjut dia, pelaku mengakui dirinya sebagai dokter kecantikan di klinik Kecantikan HOB di Jl Andi Djemma. Di kliniknya itu, dokumen PCR dan antigen palsu itu dibuat.

Pelaku kata Komang teelibat dalam praktik pemalsuan semenjak diberlakukan PCR dan Antigen sebagai persyaratan penerbangan.

“Di klinik itu merupakan milik pelaku dan di situ pelaku melancarkan aksinya untuk membuat hasil PCR palsu,” katanya

Adapun biaya pembuatan PCR dan Swab Antigen masing-masing, untuk PCR Rp700.000 sampai Rp900.000. Kemudian Antigen Rp200.000 sampai Rp400.000.

“Beragam tarif dipasang untuk pembuatan dokumen fiktif ini. Pelaku melakukan aksinya itu mulai pertengahan 2021 dan sudah 100 orang konsumen,” ujar Kombes Komang.

Lebih jauh, mantan Direktur Binmas Polda Bali ini menyebut, bahwa persyaratan untuk pembuatan PCR dan Swab Antigen palsu itu dilakukan pelaku dengan cara meminta identitas yang ingin bermohon tanpa harus hadir di klinik tersebut.

“Mereka melakukan pembayaran di awal melalui transfer kepada pelaku sesuai dengan tarif pembuatan tersebut dan melalui via chat sosmed mereka mengirim identitas untuk pembuatan dokumen palsu itu,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa emam unit handphone, satu printer, CPU, keyboard dan tiga alat debit.

“Saat ini pelaku berserta barang bukti telah diamankan di Satuan Reskrim Polrestabes Makassar untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” terang Komang.

Tinggalkan Komentar