Luluskan Calon Yang Gunakan Berkas Palsu, LPP FTK UINAM Maladministrasi

Luluskan Calon Yang Gunakan Berkas Palsu, LPP FTK UINAM Maladministrasi

Gowa, PANRITA.News – Lembaga Penyelenggara Pemilihan (LPP) Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar dianggap melanggar aturan pedoman petunjuk juknis (Juknis) pemilihan mahasiswa dan Buku Saku UIN Alauddin.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu bakal calon Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PBA UIN Alauddin, Muhammad Ali Ma’sum. Mahasiswa jurusan PBA ini mengatakan, LPP memiliki kewenangan memverifikasi berkas bakal calon Ketua HMJ namun dalam verifikasinya meloloskan calon tidak memenuhi syarat dan terbukti secara sah melakukan pemalsuan berkas. .

“LPP memiliki kewenangan untuk memverifikasi berkas calon. Dalam verifikasi berkas terdapat 2 calon dari jurusan PBA. Melihat berkas yang terkumpul, ada beberapa kecacatan berkas yang dikumpulkan oleh lawan saya, namun LPP menyatakan ia lolos. Padahal telah nyata kandidat lawan terbukti secara sah melakukan pemalsuan berkas,” Kata Ali Maksum saat diwawancarai, Kamis, 23/122021.

Ali Maksum mengungkapkan bakal calon ketua HMJ PBA yang merupakan lawannya, mengumpulkan sertifikat LKM yang terbukti cacat administrasi bahkan berkas yang dimiliki sebagai berkas palsu.

“Sesuai juknis pencalonan HMJ, jelas dikatakan bahwa calon pernah mengikuti LKM Intra dibuktikan dengan sertifikat. Saya dan teman-teman menemukan fakta lapangan, bahwa ada kecurangan yang dilakukan oleh lawan saya, terkait pemalsuan sertifikat LKMnya, saudari Nurul Qalbi menggunakan sertifikat LKM Himabip yang oleh Himabip mengakui tidak ada atas nama Nurul Qalbi yang mengikuti LKM Himabip,” Ungkap Ali.

Sementara itu Wakil Dekan lll Dr. Ilyas ketika diminta keterangan menegaskan bahwa, pemilihan ketua HMJ PBA tidak akan dilaksanakan sampai permasalahan terkait pemalsuan berkas terselesaikan.

“Intinya pemilihan ketua HMJ PBA tidak akan dilaksanakan sampai permasalahan diselesaikan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua LPP UIN Alauddin Makassar belum memberikan respon saat di hubungi oleh wartawan.

Comment