Komisi VIII DPR Minta ASN Sukarela Mundur Sebagai Penerima Bansos

Komisi VIII DPR Minta ASN Sukarela Mundur Sebagai Penerima Bansos

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily.

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Ace Hasan Syadzily meminta aparatur sipil negara (ASN) yang menerima bantuan sosial (bansos) untuk mengundurkan diri sebagai penerima karena mereka tidak berhak menerima bansos. Menurut data, terdapat 31.624 PNS penerima bansos, sebanyak 28.965 orang merupakan PNS aktif dan sisanya pensiunan.

Karena itu, Ace meminta pertanggungjawaban para ASN penerima bansos secara sukarela.

“Bagi ASN yang mendapatkan bansos sebaiknya segera secara sukarela mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial. Jika tidak, ya harus diberikan sanksi yang tegas. Ada warga yang lebih berhak mendapatkan bantuan tersebut,” kata Ace kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Komisi VIII sebagai mitra juga meminta Kementerian Sosial dan pemerintah daerah untuk memperbaharui secara total sistem pendataan, verifikasi dan validasi data penerimaan bantuan sosial.

Ace melanjutkan, Kemensos harus segera mengidentifikasi ASN yang terdata sebagai penerima bansos, kemudian mendapatkan klarifikasi mengapa mereka terdata sebagai penerima bansos.

“Kami mendesak kepada Kementerian Sosial untuk segera memperbaiki sistem pendataan Data Terpadu Keaejahteraan Sosial (DTKS). Demikian juga pemerintah daerah yang selama ini memberikan input DTKS juga harus objektif, akurat dan tepat sasaran,” kata Ace.

Kembalikan Bansos

ASN di Kota Kendari yang menerima Bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial RI diminta jujur. Serta mengembalikan bansos tersebut.

PNS ini tersebar di 511 kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia.

“Kalau kita melihat DTKS sepertinya ada (PNS terima Bansos),” kata Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Abdul Rauf, Rabu (24/11/2021).

mengutip suara.com, Abdul Rauf belum mengetahui berapa jumlah PNS yang menerima Bansos dan siapa saja yang menerima.

“Tapi kita tunggu Kemensos dulu. Karena kita tidak tahu siapa-siapa PNS yang menerima bantuan itu. Kita masih telusuri siapa di Kendari, apakah ASN aktif ataukah yang sudah pensiun,” katanya.
Terlepas itu, Abdul Rauf meminta kepada PNS yang merasa menerima Bansos Kemensos agar segera mengembalikan bantuan tersebut.

“Kami minta bagi teman-teman kita yang PNS untuk gentleman mengembalikan bantuan yang telah diterima, karena itu memang tidak sesuai syarat bagi penerima bantuan,” pintanya.

Tinggalkan Komentar