Kasus Prostitusi Anak Marak, Legislator DPRD Makassar: Hotel dan Wisma Jangan Hanya Cari Uang

Makassar, PANRITA.News – Ada indikasi prostitusi anak marak di Makassar. Dinas Sosial baru saja menjaring dua anak di bawah umur.

Kenyataan ini membuat anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, gusar. Legislator asal Fraksi PKS itu berharap kerja sama semua pihak.

Wakil ketua Komisi B itu berharap, pengelola hotel dan wisma tidak sekadar cari uang. Tanpa peduli dengan kerusakan generasi muda atau melakukan pembiaran prostitusi terjadi.

Makanya, dia meminta pemerintah kota mengontrol dan mengevaluasi pengelola hotel. Seharusnya, kata dia, pengelola menyeleksi ketat pasangan yang bukan suami istri.

“Regulasi itu sebenarnya sudah ada sejak dulu kan, bagaimana tentunya aturan-aturan itu tetap diperketat oleh pihak-pihak hotel,” kata Hadi, Senin (22/11/2021).

“Apalagi misalkan yang masuk itu anak-anak ABG, di bawah umur, itu memang penting,” lanjutnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Muhyiddin Mustakim mengatakan 20 orang yang sempat dijaring di hotel tersebut telah ditindaklanjuti. Dua di antaranya yang dilaporkan berstatus PSK kini telah dibawa ke Balai Rehabilitasi Wanita Pekerja Seks Komersial Mattirodeceng.

Sementara 18 lainnya merupakan pasangan muda-mudi yang kedapatan sudah dipertemukan dengan orang tuanya masing-masing.

“Memang yang didapat itu masing-masing masih 17 (tahun). Terkait anak-anak yang terlibat ini kita tekankan ke orang tua untuk senantiasa menjaga anak-anaknya. Yang jelas ke depannya kita akan gencarkan pengawasan kita kepada anak-anak ini,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar