Sah! UMP 2022 Naik 1,09%, 4 Wilayah Ini Masih Stagnan

Sah! UMP 2022 Naik 1,09%, 4 Wilayah Ini Masih Stagnan

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah

Jakarta, PANRITA.News – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengumumkan simulasi kenaikan rata-rata UMP 2022 berdasarkan PP No 36 tahun 2021 tentang pengupahan. UMP 2022 tercatat mengalami kenaikan sebesar rata-rata 1,09%.

“Setelah melakukan simulasi, tentu akan ditetapkan gubernur, nilainya berdasarkan data BPS rata-rata kenaikan upah minimum 1,09%. Ini rata-rata nasional, kita tunggu saja para gubernur,” kata Ida, Selasa (16/11/2021).

“Seluruh kepada daerah dapat menetapkan UMP/UMK,” kata Ida 

Para gubernur dapat menetapkan UMP 2022 paling lambat 21 November  2021. Sedangkan UMK ditetapkan paling lambat 30 November 2021.

Penetapan upah minimum bila tak sesuai perundangan berpotensi menurunkan daya saing khususnya kepastian hukum. Ida menyatakan, bila upah minimum ditetapkan terlalu tinggi dari ketentuan potensi menurunkan kesempatan kerja. Selain itu bisa memicu pemutusan hubungan kerja.

Sebelumnya pemerintah memproyeksikan kenaikan Upah Minimum Provinsi 2022 dengan rata-rata sebesar 1,09%. Dari data proyeksi itu, DKI Jakarta masih yang tertinggi.

Ini merupakan hasil perhitungan dari data-data yang disiapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), contohnya angka pertumbuhan ekonomi hingga konsumsi.

Upah Minimum berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 tentang pengupahan mengacu pada UU Cipta Kerja, yaitu hanya Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

“Tidak ada lagi penetapan upah minimum berdasarkan sektor (UMS). Namun,  UMS yang berlaku sebelum 2 November 2020 masih tetap berlaku,” katanya.

Empat Wilayah Masih Sama

Sebelum itu, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri menyampaikan, ada beberapa provinsi yang tidak mengalami kenaikan UMP 2022.

Hal ini terjadi akibat adanya perubahan perhitungan, yang kini melalui PP 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Dari 34 provinsi, ada 4 provinsi yang nilai upah minimum 2021 lebih tinggi dari batas atas upah minimum, sehingga UM 2022 ditetapkan sama dengan upah minimum tahun 2021,” ungkapnya.

Keempat provinsi tersebut adalah Sumatera Selatan dengan UMP sebesar Rp 3.144.446, Sulawesi Utara sebesar Rp 3.310.723, Sulawesi Selatan sebesar Rp 3.165.876, serta Sulawesi Barat Rp 2.678.863. Selain itu, dari proyeksi kenaikan rata-rata itu tercatat UMP terendah Jawa Tengah Rp 1.813.011 dan UMP tertinggi DKI Jakarta Rp 4.453.724.

Tinggalkan Komentar