Aliansi Pejuang Lingkungan Hidup Desak KLHK Hentikan Produksi Getah Pinus oleh PT APU

Gowa, PANRITA.News – Aliansi Pejuang Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan menemukan dugaan proses produksi getah pinus di luar kewajaran yang dilakukan oleh PT. Adimitra Pinus Utama (PT. APU). 

PT. APU diduga melalukan proses produksi tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur sehingga banyak pohon pinus yang rusak dan tumbang.

“Proses pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (getah pohon pinus) tidak dilakukan sesuai dengan Standar Opersional Prosedur yang berlaku. PT APU ini yang telah melakukan operasi penyadapan getah pinus sejak tahun 2014,” ungkap Koordinator Aliansi Pejuang Lingkungan Hidup, Safar Kamra, Minggu (24/10/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Safar, penyadapan getah pinus yang dilakukan oleh PT. APU ditemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Nomor SOP.1/JASLING/UHHBK/HPL.2/1/2020 tentang Sistem Evaluasi Penyadapan Getah Pinus Pada Pemegang Izin Dan Kerjasama Kesatuan Pengelolaan Hutan Oleh Direktorat Usaha Jasa Lingkungan Dan Hasil Hutan Bukan Kayu Hutan Produksi sehingga banyak hutan pinus yang rusak dan tumbang karena proses penyadapan tersebut.

Aliansi ini juga menemukan adanya penebaganan dan pemanfaatan kayu pinus tanpa izin yang dilakukan di wilayah kerja perusahaan yang terletak di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa ini.

“Di lapangan kami temukan kayu yang diduga telah ditebang untuk dilakukan pemanfaatan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Safar Kamra mendesak kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memberhentikan proses produksi getah pinus oleh PT. APU.

Ia juga meminta KLHK segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan produksi penyadapan getah pinus yang dilakukan serta mengevaluasi Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IPHHBK) dan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IPHHK) yang dimiliki oleh PT. APU.

“Kami mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) segera memberhentikan proses produksi PT. APU dan melakukan evaluasi izin yang dimiliki oleh PT. APU,” Tegas Safar.

Tinggalkan Komentar