Bunda PAUD Gowa Janji Fokus Tangani Stunting

Gowa, PANRITA.News – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Gowa di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (24/8/2021).

Isteri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ini dikukuhkan langsung oleh Plt Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina bersama seluruh Bunda PAUD Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berharap kepada seluruh Bunda PAUD agar memberikan pendidikan karakter akhlak kepada anak-anak terutama yang berkaitan dengan kearifan lokal seperti sipakatau dan sipakalebbi. Selain itu, dirinya juga berharap Bunda PAUD terus melakukan upaya-upaya dalam penanganan stunting di wilayah masing-masing.

“Alhamdulillah sejauh ini kita di Sulsel mampu menurunkan angka stunting dari 35 menjadi 30. Ini berkat dukungan dari kita semua di kabupaten dan kota,” kata Andi Sudirman.

Sementara Bunda PAUD Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mengatakan saat ini Kabupaten Gowa sudah memiliki fasilitas PAUD di seluruh desa dan kelurahan. Bahkan menurutnya ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Tak hanya itu, penanganan stunting juga menjadi salah satu program utama yang dilakukan. Dimana sejauh ini pihaknya bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan terus berkomitmen untuk melakukan penanganan stunting.

“Kita terus melakukan upaya penurunan angka stunting. Saat ini Kabupaten Gowa berada di peringkat pertama dalam penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan,” kata Priska yang ditemui usai Pengukuhan Bunda PAUD.

Priska mengungkapkan angka stunting Balita di Kabupaten Gowa berada di angka 6,10 persen per Februari 2021 lalu atau mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 sebesar 36,90 persen, dan pada tahun 2020 sebesar 6,26 persen.

Dirinya menyebutkan sejumlah langkah yang telah dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Gowa. Mulai dari pelatihan kader, pembenahan Posyandu, pengaruh pola asuh anak dan bayi 1.000 hari pertama kelahiran, perbaikan gizi selama kehamilan, menyusui dan MPASI serta penanaman 10.000 kelor.

“Selain melatih kader Posyandu, kami juga melakukan pembenahan administrasi Posyandu sehingga anak yang ditimbang bisa diketahui penyebabnya dimana, sehingga didapatkan data riil dan Alhamdulillah kita bisa turunkan angka stunting di Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar