Penyusunan RAD-KLA Kota Bontang, Basri Rase Harap Pemenuhan Hak Anak Diutamakan

Bontang, PANRITA.News – Wali Kota Bontang Basri Rase membuka secara langsung agenda penyusunan Rencana Aksi Daerah Kota Layak Anak (RAD-KLA). 

Dalam sambutanya Basri Rase menyampaikan jika, agenda ini menjadi penting bagi seluruh OPD untuk menciptakan fasilitas terhadap pemenuhan hak anak. Bahkan anak sebagai pionir bagi pembangunan Kota di masa yang akan datang. 

“Saya berharap, indikator pemenuhan infrastruktur dalam pemenuhan hak anak bisa dirumuskan oleh tim satgas Kota Layak Anak, yang saat ini diketuai oleh Bapelitbang,” kata Basri saat ditemui awak media, Kamis (1/7/2021). 

Selanjutnya Basri juga menjelaskan jika dalam merumuskan pemenuhan hak anak, tim sudah membagi pada 5 kluster. Diantaranya ialah, pertama pemenuhan hak sipil dan kebebasan, kedua lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, ketiga kesehatan dasar dan kesejahteraan, keempat pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, dan kelima perlindungan khusus anak. 

“Untuk itu saat ini Pemkot Bontang tengah mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, stakeholder dan masyarakat untuk segera mewujudkan program-program nyata,” sambungnya 

Untuk itu Basri tentunya mendukung penuh dalam mewujudkan Kota Bontang dan berharap dokumen yang saat ini dibahas bisa rampung tahun ini dalam hal mewujudkan KLA.

“Berharap karena, pasti selaras dengan visi dan misi saya bersama ibu wakil dalam Mewujudkan Kota Bontang sebagai kota yang lebih hebat dan beradap,” tuturnya. 

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, Bahtiar Mabe menjelaskan, jika saat ini predikat yang sudah diraih ialah KLA Madya. 

“Ini tahap awal penyusunan dokumen untuk meningkatkan predikat KLA Nindya, saat ini ada langsung terlibat perwakilan DKP3A Provinsi untuk memberikan gambaran dalam merumuskan dokumen,” kata Bahtiar Mabe. 

Lebih lanjut pihaknya juga mengingatkan kegiatan ini menjadi persyaratan dalam menuju Kota Layak Anak. Untuk itu perlu adanya kerja kolektif dalam mewujudkan KLA. 

Namun, pihaknya juga menjelaskan jika meski mendapatkan predikat KLA bukan berarti tidak memiliki masalah. Pasti ada saja masalah, namun pihaknya menjelaskan jika ada muncul persoalan maka penangananya akan cepat dan terstruktur. 

“Ini lah fungsi dari KLA, ketika ada permasalahan anak, pihaknya akan cepat merespons, makanya perlu kerja sama bersama OPD, Stakeholder dan masyrakat luas,” tuturnya.

Bahkan pihaknyaa juga melibatkan Forum Anak Bontang untuk memberikan pandangan untuk mengetahui apa saja yang diperlukan dalam pemenuhan hak anak. 

“Landing sektornya ialah anak, jadimereka harus dipastikan untuk mendapatkan hak dan fasilitas untuk berkreasi dan meninggalkan hal-hal yang negatif,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar