Pernah Nyaleg di Perindo, Ketua KPPG Sebut Penunjukan Nasran Mone Sebagai Plt Golkar Sinjai Langgar Aturan Partai

Makassar, PANRITA.News – Sikap Pelaksana Tugas (PLT) Partai Golkar Sinjai Nasran Mone yang membatalkan proses penjaringan calon ketua Partai Golkar kabupaten Sinjai, mendapat respon dari kader Partai Golkar Kabupaten Sinjai

Bahkan Ketua KPPG Golkar Kabupaten Sinjai
Erni Martina Dottoro, menganggap jika pembatalan proses yang telah dibentuk oleh Andi Zulkarnain Latif sebelumnya mencederai proses yang telah ada di Golkar.

Sehingga dia meminta kepada DPD I dan DPP Golkar untuk mengambil tindakan evaluasi atas penunjukan Nasran Mone yang ditunjuk sebagai PLT.

Sebab Nasran Mone merupakan orang yang tercatat telah mencederai PD2LT Partai Golkar, dimana PD2LT merupakan aturan baku dan mengikat bagi semua kader untuk menduduki jabatan strategis di partai Golkar seperti yang tertuang dalam Anggaran Dasar pasal 19 Partai Golkar

“Di Partai Golkar ada yang mamanya aturan baku dan mengikat bagi yakni PD2LT, tetapi toh kok bisa mantan caleg Perindo diberi amanah sebagai Plt Golkar Sinjai, ini kan menyalahi Anggaran Dasar khususnya pasal 19,” Kata Erni Martina Dottoro via telepon selulernya

Erni juga menyebutkan DPD I tidak mengambil tindakan maka, hal ini akan dilaporkan ke DPP dan membawa Penunjukan Nasran Mone sebagai Plt Golkar Sinjai di Mahkamah Partai

Apalagi Nasran Mone saat ini sudah tidak lagi mengantongi Nomor Anggota Partai Golkar NAPG yang juGa menjadi syarat mutlak bagi kader menduduki posisi strategis di Golkar

“Kita tidak mau orang yang jadi Plt Golkar di Sinjai orang yang cacat aturan AD dan ART, sebagai kami ingin Plt adalah orang yang benar-benar memiliki loyalitas tinggi ke partai, bukan yang pindah dan kembali lagi ke golkar,” Ulasnya.

Bahkan dikatakan, jika Nasran Mone tetap memaksakan diri melaksanakan proses yang menyalahi aturan maka akan kami melakukan tindakan protes dan memboikot segala proses yang menurutnya sejak dipimpin Nasran Mone salah.

Sekretaris Kecamatan Bulu Po’do Sinjai itu pun mengancam akan menduduki kantor DPD II Kabupaten Sinjai jika tuntutan untuk menghentikan proses penjaringan calon ketua Golkar Sinjai tidak dihentikan.

“Karena sudah tidak ada jalan lagi, maka kami berencana akan menduduki kantor Golkar Sinjai mulai hari Kamis depan hingga menjelang Musda,”tegasnya.

Erni pun berjanji akan menurunkan massa yang lebih banyak dari para pengurus dan kader Golkar yang ada di kecamatan hingga desa jika tuntutan tersebut diabaikan oleh DPD II Golkar Sinjai.

“Kami mau mengawal Musda ini dengan membawa massa sebanyak-banyaknya,” tegas Erni.

Tinggalkan Komentar