Kawal Perda KTR, Hasanuddin CONTACT Temui Wabup Bulukumba

Bulukumba, PANRITA.News – Kabupaten Bulukumba telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bulukumba Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun demikian, implementasi dari perda tersebut belum maksimal. Terbukti kondisi tersebut mempengaruhi tingginya angka perokok bagi anak di bawah umur.

Hal ini menjadi perhatian sejumlah pihak. Salah satunya dari Hasanuddin Center for Tobacco Control and Non-Communicable Disease Prevention alias Hasanuddin CONTACT di bawah naungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Untuk mengawal Perda KTR ini jajaran Hasanuddin CONTACT bersama Dinas Kesehatan Provinsi dan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan menemui Wakil Bupati Edy Manaf, untuk menyampaikan sejumlah masukan serta rencana tindak yang akan dilakukan untuk mengurangi tingginya angka perokok yang berpeluang besar menyebabkan orang lain terpapar asap rokok.

Dipimpin oleh Direktur Hasanuddin CONTACT Prof Dr dr HM Alimin Maidin, MPH bersama rombongan diterima Wabup Edy Manaf di Ruang Kerjanya Kantor Bupati Bulukumba, Senin 21 Juni 2021.

Dalam pertemuan itu dibahas, bahwa tingginya angka perokok dari kalangan anak-anak, kini sangat memprihatinkan. Kondisi tersebut akan berdampak buruk pada generasi muda 20 sampai 30 tahun ke depan.

“Kita takutkan ini efek jangka panjangnya. Siapa yang tahu jika anak-anak kita hari ini 20-30 tahun ke depan menjadi pelaku pembangunan,” kata perwakilan Hasanuddin CONTACT, Hadijah Hasyim.

Menurutnya, generasi muda yang seharusnya menjadi bonus demograsi di daerah ke depan akan rentan sakit jika tidak ada pencegahan dari sejak dini.

“Tentu sangat disayangkan, jika anak-anak kita nantinya sudah jadi pemimpin, menjadi pelaku-pelaku pembangunan, namun kesehatannya terganggu. Makanya kita harus berupaya membangun generasi yang sehat ini sejak dini,” ungkapnya.

Olehnya itu, lanjutnya Negara atau pemerintah, harus hadir agar para generasi penerus bangsa tak terjerumus dalam bahaya rokok.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, Kabupaten Bulukumba masuk tujuh besar perokok anak terbanyak di Sulawesi Selatan. Tercatat sebesar 27,99 persen anak di atas 10 tahun sudah mulai atau pertama kali merokok. Dari angka tersebut 41,13 persen anak-anak yang mulai merokok pada umur 15-19 tahun.

Salah satu langkah strategis yang Hasanuddin CONTACT tawarkan kepada Pemkab Bulukumba adalah membentuk Satgas Pengawas KTR, mendorong Pemda membuat regulasi larangan pemasangan reklame produk rokok di tempat umum, termasuk meminta toko swalayan atau mini market untuk tidak memajang display rokok, cukup dengan tulisan jual rokok, tapi rokoknya tidak dipajang.

Sementara itu Prof Dr dr HM Alimin Maidin, MPH, mengajak Pemda Bulukumba untuk menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa dari candu merokok.

Ia berharap, dari pertemuan itu dapat ditindak lanjuti dengan rencana aksi mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah lama terabaikan.

Wabup Bulukumba Andi Edy Manaf, menyambut baik hal tersebut. Ia kemudian memerintahkan Kadis Kesehatan Bulukumba dr Wahyuni yang mendampinginya, untuk menindaklanjuti pertemun tersebut.

Ia juga meminta agar beberapa stakeholder maupun OPD terkait, untuk ikut terlibat bersama sama mengawal Perda KTR.

Bahkan Edy mengaku bakal menjadi pelopor untuk menyukseskan rencana aksi tersebut dengan cara berhenti merokok.

“Iya kami dukung. Ini sangat baik manfaatnya. InsyaAllah saya juga akan berhenti merokok. Doakan ya,” kata Edy Manaf.

Tinggalkan Komentar