DPPKB Tekan Angka Pernikahan Usia Dini Dengan Sosialisasi

Bontang, PANRITA.News – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana tekankan soal usia pernikahan berdasarkan aturan minimal di usia 19 tahun. Hal tersebut berdasarkan hasil revisi Undang – Undang Nonor 1 tahun 1974.

Kepala DPPKB Bahtiar Mabe mengatakan, jika pihaknya terus menggencarkan sosialisasi soal aturan yang telah mengatur batas minimal umur untuk melaksanakan pernikahan.

“Meski ada usia minimal yang di atur, tidak lantas membuat semua masyarakat tau dan mengerti, makanya kami juga terus menyampaikan himbauan-himbauan dan upaya pencegahan pernikahan usia dini itu terjadi,” kata Bahtiar Mabe, saat ditemui awak media Senin (14/6/2021).

Selanjutnya pihaknya juga menyampaikan jika setiap pasangan yang akan menikah dan masih di bawah umur maka berpotensi akan menimbulkan berbagai macam persoalan.

“Secara psikologis tentunya masih belum dewasa, sedangkan untuk membangun sebuah bahtera rumah tangga butuh kedewasaaan untuk saling bertukar kasih, jika tidak rumah tangga yang di bangun secara belia akan menimbulkan keretakan, seling pendapat bahkan berujung pada kekerasan. Itu lah yang dihindari,” sambungnya.

Dalam menekan angka pernikahan usia dini butuh kerja-kerja kolektif dari seluruh sektor. Dengan mempersempit ruang-ruang anak untuk melakukan tindakan yang akan berdampak buruk.

“Pengawasan orang tua dengan membatasi anak untuk tidak melakukan pacara di usia yang masih belum dewasa, dan terus memotivasi anak untuk fokus dalam berpendidikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar