Komisi III Bontang Harap Raperda Menara Telekomunikasi Perhatikan Dampak Masyarakat Sekitar

Bontang, PANRITA.News – Anggota Komisi III Yasser Arafat, menyoroti pihak pengelolah Menara telekomunikasi, yang tidak menuangkan dalam perjanjian, soal masyarakat terdampak Apabila terjadi gangguan alam seperti petir.

“yang saya perhatikan, jika terjadi petir, alat alat komunikasi dan peralatan elektrik masyarakat di sekeliling tower, pasti mereka kena, dan termasuk kami pemilik Rumah” Jelas Yasser.

Yasser bilang, pihak ketiga pengelolah menara tower itu, tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat yang alat elektroniknya rusak diduga bias keberadaan tower tersebut.

“itu jadi catatan saya, yah harapan saya dapat menjadi pertimbangan dalam pembahasan Raperda menara tower ini, terang Yaser.

“Apalagi banyak keberadaan tower ditengah masyarakat padat, saya kwatirnya, soal dampak dampak yang ditimbulkan pada masyarakat sekeliling,” Tegasnya.

Selain polemik dampak kerugian akan keberadaan tower itu, Yasser juga menanyakan terkait besaran nilai Kontrak antara pemilik lahan dengan pihak pengelolah tower telekomunikasi.

“inikan ada nilai yang tertuang dalam kontrak, disitukan pemerintah bisa masuk dalam pajak dan pendapatan daerah,” jelas Politisi Golkar ini.

Komisi III DPRD Kota Bontang, melaksanakan Rapat kerja guna pembahasan Rancangan peraturan daerah (raperda), tentang penataan dan pembangunan menara Telekomunikasi, Senin (14/06/2021).

Rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi III Amir Tosina, menghadirkan Tim Asistensi Raperda pemerintah bersama Dinas Komunikasi dan Informatika kota Bontang.

Tinggalkan Komentar