Golkar Sulsel Lakukan Uji Kepatutan dan Kelayakan Balon Ketua DPD II Dari Tiga Daerah

Makassar, PANRITA.News – Bakal Calon Ketua DPD II Golkar Kabupaten Kota dari 3 daerah yakni, Bantaeng, Palopo dan Tana Toraja telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Kantor DPD I Golkar Sulsel.

Dari Bataeng hanya ada satu nama bakal calon yakni Muhammad Meyrza Farid Arman. Sementara untuk Palopo diikuti Rahmat Masri Bandaso, Nurhaeni, dan Baharman Supri. Dari Tana Toraja, diikuti Victor Datuan Batara dan Yariana Somalinggi.

Uji kelayakan tersebut dipimpin langsung Ketua DPD Golkar Sulsel Taufan Pawe yang didampingi Andi Marzuki Wadeng, La Kama Wiyaka, dr Salwa Mochtar, Herman Heizer, dan Nasruddin Nawawi, sebagai panelis.

Menurut Taufan Pawe, Uji kepatutan dan kelayakan ini dilakukan untuk mendalami jiwa militansi kader Golkar yang akan memimpin di Kabupaten Kota.

Selain itu, lanjut dia, dari tes tersebut akan diketahui apakah bakal calon ketua memahami bahwa DPD II merupakan garda terdepan untuk membesarkan Partai Golkar.

“Membesarkan Partai Golkar pada era sekarang ini salah satu syaratnya adalah mengubah paradigmanya dan cara berpikirnya. Kita mau tanamkan kepada calon ketua bahwa tanggung jawabnya tidak mudah karena kita ingin memenangkan setiap event politik,” kata Taufan Pawe.

Walikota Parepare dua periode ini menambahkan, DPD I menargetkan musda seluruh DPD II bisa rampung hingga akhir Juni 2021. Meski demikian, pihaknya memberikan toleransi kepada DPD II jika ada jadwal molor karena alasan tertentu.

“Kalau tidak, bisa pasti ada faktor-faktor kendala yang harus dibenahi dulu. Kita tidak ingin hasil musda dibawa sampai ke mahkamah partai,” jelasnya.

Terkait musda di DPD II di Sulsel, Taufan Pawe berharap semua akan terselenggara dengan baik tanpa menimbulkan polemik dan kegaduhan. Kebijakan dan keputusan yang ia ambil baik secara teknis dan strategis di Partai Golkar Sulsel, dirinya selalu berkoodinasi dengan DPP Golkar.

“Kita butuh solidaritas. Menghasilkan musda berkualitas tanpa ada kegaduhan. Doakan Partai Golkar ke depan menjadi partai pemenang dan partai penguasa. Karena pemenang itu belum tentu penguasa,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar