DPPKB Bontang Gelar Sosialisasi Layang Kerapu dan Puspaga

DPPKB Bontang Gelar Sosialisasi Layang Kerapu dan Puspaga.

Bontang, PANRITA.News – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bontang menggelar, sosialisasi terkait, layanan pencegahan kekerasan terhadap perempuan (layang kerapu) dan aksi perubahan sosialisasi pusat pembelajaran keluarga (Puspaga).

kegiatan ini melibatkan unsur ibu-ibu PKK dan unsur pegawai yang berada di Kelurahan Telihan Kecamatan Bontang Barat.

Acara ini dibuka langsung oleh Sekertaris DPPKB Kota Bontang Srie Mariyatini, dalam sambutanya dirinya menjelaskan bahwa agenda ini dilakukan di tiga kelurahan, kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Belimbing dan Kelurahan Kanaan. Maksud dan tujuanya jelas untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap perempuan.

“Untuk menghindari kekerasan di dalam rumah tangga, DPPKB salah satunya tugas dan fungsinya ialah melindungi perempuan dan anak di kota Bontang, karena memiliki bidang perlindungan perempuan dan perlindungan anak, sosialisasi ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar mampu menekan angka kekerasan terhadap perempuan,” kata Srie saat menghadiri agenda sosialisasi di Kelurahan Telihan Kecamatan Bontang Barat, Selasa (4/5/2021).

Selanjutnya, materi Layang kerapu di sampaikan oleh adji susy samsiah, Kabid Pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan penyampaian materi Pusat pembelajaran Keluarga ibu dwi wijayatmibingsih, Kasih Kualitas Keluarga.

“Dua materi ini tentunya memiliki saling keterkaitan, terkadang kita tidak menyadari ada prilaku yang ternyata termasuk golongan kekerasan, untuk itu perlu adanya pencegahan dan penyelesaian permasalahanya,” sambungnya.

Untuk masyarakat yang belum memahami terkait adanya sosialisasi tentang layang perahu. Bisa menghubungi outline layanan yang ada. Dan juga ketika ada terjadi tindakan yang dinilai berpotensi masuk dalam unsur kekerasan maka tugasnya ialah melaporkan kejadian tersebut.

Nantinya pelapor akan dilindungi, jadi tidak menjadi target. Adanya tim PPPA dari unsur kepolisian, kelurahan, psikolog menjadi PIONIR dalam menyelesaikan setiap ada kasus yang sedang berkembang.

“Untuk itu pentingnya sosialisasi ini dilakukan, agar putra putri yang akan memasuki rumah tangga untuk berkonsultasi kepada pusat pembelajaran keluarga,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Lurah Gunung Telihan, Hamdani Menyampaikan apresiasi kepada DPPKB yang telah menyelenggarskan kegiatan yang luar biasa ini. Tentunya melalui kegiatan ini kita unsur pemerintahan daerah mampu memberikan contoh dan peran baik dalam mengurangi angka kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak.

“Meski saat ini belum bisa memutus rantai, setidaknya kita melakukan edukasi, sinegritas ini perlu di lakukan dalam hal mengurangi terjadinya kejadian di lingkungan kelurahan Gunung Telihan,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar