DPPKB Bontang Visitasi Registrasi Faskes KB Tahun 2021

DPPKB Bontang Melaksanakan Visitasi Registrasi Faskes KB Tahun 2021.

Bontang, PANRITA.News – Kegiatan Visitasi registrasi di Fasilitas kesehatan (Faskes) KB dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana (DPPKB).

Kegiatan tersebut berlangsung pada dari 22 April sampai 19 Mei 2021. Ada 43 Faskes Induk dan jejaring/jaringan yg sudah terdaftar di Sistem Informasi Manajemen BKKBN ( SIM BKKBN).

Kepala DPPKB Bahtiar Mabe melalui Kepala Seksi (Kasi) Jaminan dan Pelayanan KB Nurbaya mengatakan, Kegiatan Visitasi/Registrasi ini meliputi beberapa indikator. Pertama Update tenaga kesehatan/ provaider KB, kedua Sarana Prasarana penunjang KB apakah sudah lengkap ataupun tidak, ketiga Pencatatan/Pelaporan Pelayanan KB.

“Saat ini untuk Registrasi Faskes KB Setiap Tahun dilakukan Updating data dengan menggunakan Format K/0/KB. Format tersebut telah disediakan oleh BKKBN dan jika ada Faskes KB yang baru, sehingga nantinya faskes yang belum terdaftar di SIM BKKBN akan dilakukan registrasi juga,” kata Nurbaya, saat ditemui awak media, Rabu (28/3/2021).

Selanjutnya untuk melakukan visitasi dan registrasi faskes ini DPPKB membagi dalam beberapa tim. Pertama dari tim Seksi Jaminan dan Pelayanan KB, kedua tim seksi Pengolah Data, Dokumentasi, Publikasi dan KIE dan yang ke tiga melibatkan Penyuluh KB di wilayah faskes masing-masing.

Kemudian tim nantinya akan mendata petugas yang berkompeten dalam melakukan tindakan pelayanan dan konseling KB, yaitu petugas yang telah mengikuti Pelatihan Teknis Pelayanan KB dan KIP/Konseling, serta sarana pelayanan di faskes juga akan didata baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.

“Bagi faskes yang dalam hal ketersediaan sarana pendukung pelayanan KB masih kurang dan petugas KB terlatih masih sedikit, akan diinventarisir untuk pengajuan usulan pengadaan sarana dan fasilitasi pelatihan di tahun berikutnya. Hal ini kami lakukan agar setiap faskes diharapkan dapat memberikan pelayanan KB yang berkualitas bagi masyarakat” ungkapnya.

Dalam kegiatan pendataan ini, menggunakan 2 (dua) jenis form, yaitu K/0/KB/15 dan K/0/KB/20. Data yang dihimpun nantinya akan digunakan untuk updating K/0/KB/15 pada aplikasi Statistik Rutin (SR) BKKBN, sedangkan form K/0/KB/20 dipersiapkan untuk registrasi faskes pada aplikasi New Sistem Informasi Keluarga (New SIGA) BKKBN.

“Sebelumnya untuk data pelayanan KB yang lebih terinci, by name by address, yang dilakukan di faskes terinput dalam aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Di tahun ini, bersama dengan Pendataan Keluarga 2021, akan dilakukan pula transformasi sistem pendataan keluarga dari SIGA ke New SIGA ” tutupnya.

Tinggalkan Komentar