DPRD Bontang Upayakan 495 Rumah di Berbas Pantai Tuntas Soal Sanitasi

Anggota DPRD Kota Bontang Yassier Arafat.

Bontang, PANRITA.News – Dalam Rapat Dengar Pendapat oleh komisi III DPRD Kota Bontang, membahas program Kotaku, Lurah Berbas Pantai Rendy Maulia mengapresiasi agenda itu.

“Saya pak terakhir bawa persoalan kawasan kumuh di wilayah kami tahun 2017, ini juga atas inisiasi anggota komisi III,” ungkap lurah berbas Pantai.

Tidak hanya itu, iya menyebutkan hingga tahun 2019, Beberapa kawasan di kelurahan Berbas Pantai Kecamatan Bontang Selatan, tidak tersentuh program Kotaku karena tidak masuk dalam SK sebagai kawasan Kumuh.

“Tujuh RT diberbas pantai, kami minta sk perubahan untuk masuk kawasan kumuh agar tersentuh program Kotakum” ujar Rendy.

Ditemui usai Rapat, Anggota DPRD Kota Bontang Yassier Arafat menjelaskan, perlu kolaborasi untuk mempercepat tuntasnya soal sanitasi di berbas Pantai.

“inikan ada tahapan, ini perlu kolaborasi program pemerintah provinsi, perusahaan dan daerah untuk mempercepat soal sanitasi,” katanya.

Yassier menambahkan, jika kelurahan berbas pantai tahun 2018 mendapatkan anggaran sebesar Rp. 70 juta, tapi di kembalikan karena dirasa Kurang.

“tahun 2018 sempat ada anggaran 70 juta, akhirnya tidak di realisasikan,“ ujarnya.

Tiga RT yang di kelurahan Berbas Pantai yakni 18, 19 dan 20 akan menjadi fokus perhatian pada pembangunan infrastruktur.

“tiga RT kita Fokus, 18, 19 dan 20, jika anggaran ada, di usahakan untuk membangun infrastruktur disana,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar