Boleh Mudik, Tapi Sampai Takalar dan Maros

Jakarta, PANRITA.News – Sejalan dengan larangan mudik tahun ini, Kementerian Perhubungan akan membatasi pergerakan seluruh moda transportasi mulai 6-17 mei 2021.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan larangan tersebut telah diatur dalam Peraturan menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Dalam Rangka Pencegahan Covid-19.

Hanya saja, aturan tersebut tidak berlaku keseluruhan melainkan ada pengecualian untuk pergerakan kendaraan di perkotaan atau kabupaten sekitar.

Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengungkapkan, untuk moda transportasi darat, pihaknya telah menetapkan wilayah yang mendapat pengecualian untuk mudik tersebut.

“Menyangkut wilayah aglomerasi atau lingkungan perkotaan, jadi untuk kawasan perkotaan ada beberapa daerah yang sudah kami skip dan boleh melanjutkan atau melakukan kegiatan pergerakan transportasi,” ungkap Budi, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (10/4/2021).

Untuk wilayah yang masuk dalam pengecualian diantaranya Medan, Binjai, Deli Serdang, kan Kaoro. Juga Wilayah Jabodetabek.

Selain itu, Bandung Raya, Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi, Jogja Raya, Solo Raya, dan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

Khusus untuk Sulawesi Selatan, pengecualian hanya berlaku, kawasan Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros.

Tinggalkan Komentar