Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris Tak Surut Langkah Bantu Warga Kampung Sidrap

Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris.

Bontang, PANRITA.News – Wakil ketua DPRD Agus Haris tidak hentinya memperjuangkan nasib masyarakat Bontang yang bermukim di Kampung Sidrap kabupaten Kutai Timur.

Pasalnya, Hasil rumusan Tim yang dibentuk oleh DPRD dan pemerintah dalam hal solusi fasilitas pengadaan Air bagi Masyarakat kampung Sidrap, terbentur soal melampaui batasan administrasi wilayah, serta letaknya berada di kawasan Balai Taman Nasional Kutai.

“Soal batas wilayah, dari dulu kita tau, sementara pengajuan perubahan Status wilaya taman Nasional Kutai, akan memakan waktu yang lama,” ujarnya.

Agus haris juga memahami terhentinya langkah PDAM Tirta Taman, yang telah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi dan PDAM Kutai timur, Namun tidak ada regulasi yang memayungi rencana pipanisasi kampung Sidrap.

“Saya paham soal hasil koordinasi PDAM yang tidak punya payung hukum, dan kami tidak akan mendorong jika ini melanggar,” katanya.

menanggapi Penyampaian hasil kerja tim kerja Dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bontang, Zulkifli  menjelaskan, perubahan skema bantuan penyediaan instalasi jaringan air bersih bagi warga kampung Sidrap agar dialihkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Agus haris berharap ada formulasi tepat guna menggerakkan CSR perusahaan tersebut untuk mengerjakan Instalasi air di pemukiman warga masyarakat kampung Sidrap.

“Sekarang kita akan jadwal untuk pertemuan dengan forum CSR, agar segera membangun instalasi jaringan pipa di rumah rumah warga di kampung Sidrap,” ungkapnya.

“Bisa saja kita buatkan sumur bor dalam atau penyambungan pipa,”
ujarnya lagi.

dalam waktu dekat dirinya akan melakukan koordinasi dengan warga kampung Sidrap guna mengarahkan langkah yang akan ditempuh

“Setelah ini saya akan temui warga kampung Sidrap, menjelaskan sekaitan dialihkannya ke CSR untuk pemenuhan fasilitas,” ucap legislator partai besutan Prabowo ini.

Ditemui wartawan usai memimpin rapat, Senin (22/3/2021). Agus Haris membenarkan jika batas wilayah Administrasi dan letak kampung Sidrap masuk dalam wilayah Taman Nasional yang menjadi hal yang tidak dapat dilanggar.

“Nantinya kami serahkan ke CsR, soalnya perusahaan tidak ada batasan wilayah dalam bantuan sosial, apalagi ini depan mata mereka,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar