Antisipasi Kelangkaan Air Baku, Ketua DPRD Bontang: Waduk Marangkayu Siap Sebelum 2025

ketua DPRD Bontang Andi Faizal Hasdam.

Bontang, PANRITA.News – Kisruh persoalan Banjir dan ketersediaan air Baku bawah tanah yang digadang-gadang menipis pada tahun 2026, saat ini menjadi atensi DPRD Kota Bontang.

Hal ini dikemukakan ketua DPRD Bontang Andi Faizal Hasdam, saat ditemui Wartawan usai melaksanakan penyuntikan vaksin dosis kedua, Jumat (19/03/21).

“Yah pertemuan dengan pupr provinsi itu, karena selama ini kami mendengar aspirasi masyarakat soal banjir dan ketersediaan air bersih dari komisi III,” ujar Andi Faiz sapaan akrabnya.

Dalam kunjungan ke dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupr) provinsi Kalimantan timur baru baru ini, Andi Faiz menilai, Waduk Marangkayu adalah solusi Alternatif dalam penanggulangan banjir di Hulu dan tersedianya Sumber Air Baku yang baru untuk kebutuhan Bontang.

“Yang paling siap menurut saya adalah waduk Marangkayu, selain dapat mengatasi soal banjir hulu, juga menjadi ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat Bontang,” ungkap Andi Faiz.

Bendungan Marangkayu yang berlokasi di Kutai Kertanegara ini akan memiliki volume tampungan sebesar 12,37 juta m3 dengan luas genangan 455 hektar yang memiliki manfaat untuk irigasi seluas 4.500 Ha, air baku 0,45 m3/detik.

Dengan kapasitas tersebut, bendungan ini juga berpotensi sebagai pembangkit tenaga listrik sebesar 1,35 MW dan mereduksi banjir 0,73 m3/detik. rencananya akan mulai di genangi Bulan Oktober tahun ini,

Saat dikonfirmasi persoalan anggaran, Andi Faiz lugas jika anggaran dalam pengadaan air dari Marangkayu menjadi beban APBN .

“Soal anggaran, kita tanyakan apa saja yang Bontang siapkan, kata pupr tidak ada, karena penganggaran APBN menganggarkan hingga wtp yang ada di Bontang lestari,” ungkap politisi muda Golkar ini.

Tinggalkan Komentar