Dwiyanti Musrifah Basli Ikuti Munas Dekranas 2021 Secara Virtual

Dwiyanti Musrifah Basli Ikuti Munas Dekranas Tahun 2021 Secara Virtual

Selayar, PANRITA.News – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Selayar Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Dekranas Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual melalui Video Conference (Vidcon), Kamis (4/03/2021).

Ketua Dekranasda Selayar mengikuti munas virtual ini di Baruga Rumah Jabatan Bupati. Tampak hadir juga Wakil Ketua Dekranasda St. Nurhaidah Saiful, dan para pengurus lainnya

Munas tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dekranas Pusat, Wury Ma’ruf Amin yang juga dihadiri hadir Anggota Dewan Kehormatan Dekranas, Ketua Dekranasda Provinsi dan Kabupaten / Kota se-Indonesia beserta anggota. Selanjutnya Jumlah peserta dalam Munas berani sebanyak 490 peserta yang merupakan Delegasi Dekranasda Provinsi dan Kabupaten / Kota se-Indonesia.

Musrifah Basli mengatakan, kita berharap Dekranasda Kabupaten Kepulauan Selayar bisa bersaing dengan Kabupaten lain.

“Saya selaku ketua Dekranasda akan berkonsultasi dengan Disperindag bagaimana produk – produk atau kerajinan yang ada di Selayar bisa lebih diperhatikan kulialitas, kuantitas sehingga bisa bersaing di pasar lokal maupun tingkat pusat,” kata Musrifah Basli.

Sedangkan Ketua Harian Dekranas mengatakan agenda utama dalam Munas ini membahas tentang penyelarasan dan penyempurnaan AD / ART, serta penetapan program kerja Dekranas Masa Bhakti 2021 2024.

Dalam Munas itu diusung tema adalah “Segi Positif Pandemi Covid-19 Momentum Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan Menuju Industri”.

Sementara itu Ketua Umum Dekranas dalam penyampaiannya menyebut bahwa Munas tahun ini sudah harus dilaksanakan secara virtual untuk menghindari penyebaran Covid-19. Menurut Ketua Umum Dekranas, tema yang diangkat pada Munas kali ini sangat kontekstual dan relevan dengan kondisi saat ini.

“Pandemi pengungsi setiap orang mengubah kebiasaannya, salah satunya menghindari kontak langsung dengan orang lain. Kondisi tersebut menyebabkan orang mengurangi frekuensi termasuk ke tempat wisata, yang hal ini berdampak kepada kerajinan kita, karena selama ini pemasaran kerajinan dilakukan secara langsung,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar