Anggap Tarif Layanan Kesehatan Mahal, Komisi II DPRD Bontang Peringatkan RSUD

Anggota Komisi 2 DPRD Bontang Nursalam.

Bontang, PANRITA.News – Anggota Komisi 2 DPRD Bontang Nursalam, mempertanyakan kebijakan direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang sekaitan tarif layanan kesehatan.

hal tersebut disampaikan Nursalam dalam Rapat dengar Pendapat Anggota Komisi 2 dengan Direksi RSUD Taman Husada, Senin (01/03/2021) di Ruang Rapat Sekretaris DPRD.

“baiknya dipertimbangkan dalam menetukan tarif layanan, nanti kalau terlalu murah, datang soal baru kalo RSUD merugi,” ungkap Politisi Golkar dua periode ini.

Nursalam menambahkan, Rsud Taman Husada sebagai rumah sakit pemerintah daerah mestinya bisa merumuskan tentang penyesuain tarif agar tidak berasa berat oleh Masyarakat.

“saya rasa rsud bisa membuat formula, tarif yang tidak memberatkan masyarakat namun tetap menjaga kualitas B,” Imbuhnya

Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan Muhammad Syahbirin menjelaskan jika tarif tersebut dikalkulasi berdasarkan kebijakan internal dan mengacu pada ketentuan Kementerian Kesehatan.

Jika penetapannya dengan hitungan normal maka bisa dipastikan tarif rumah sakit menjadi mahal. “Kita tetap perlu dukungan dari APBD untuk operasional lain supaya bisa menetapkan tarif rendah dan terjangkau,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik dr. Niken Titisurianggi mengungkapkan kemitraan bersama BPJS juga menjadi kendala dalam menentukan tarif.

Pasalnya standar pemberian tarif BPJS telah ditentukan sama berdasarkan rumah sakit tipe C RSUD Taman Husada. “Satu sisi masyarakat bergantung pada BPJS,” jelasnya menanggapi permintaan DPRD Bontang tentang tarif di RSUD Taman Husada.

dalam RDP mengemuka perihal pengajuan anggaran RSUD Taman Husada untuk tahun 2021 sebesar 40,5 Milyar khusus untuk penanganan Covid-19.

Tinggalkan Komentar