Alhamdulillah, di Parepare Guru Mengaji Dijamin BPJS Ketenagakerjaan

Penandatanganan MoU Pemerintah Kota Parepare dengan BPJS ketenagakerjaan, Baznas, Forum Kajian Cinta Al-Qur'an.

Parepare, PANRITA.News – Pemerintah Kota Parepare dibawah Nahkoda Taufan Pawe, terus memberikan perhatiannya kepada masyarakat Kota Parepare, bukan hanya melalui Program Pembangunan, Program peningkatan Ekonomi masyarakat tapi kali ini melalui Program Jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi para guru mengaji yang ada di Kota Parepare.

MOU tersebut dilakukan Pemerintah Kota Parepare dengan BPJS ketenagakerjaan, Baznas, Forum Kajian Cinta Al-Qur’an, kegiatan itupun dilangsungkan di ruang Data Kantor Wali Kota Parepare, Rabu 24 Februari 2021.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, diwakili Asisten I Setdako Pemkot Parepare, Aminah Amin, mengatakan, ini bagian dari kepedulian dan perhatian Pemerintah Kota Parepare kepada para guru mengaji, dan itu sudah menjadi komitmen oleh Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

“Tahap awal kita pilah dulu, karena guru mengaji di Kota Parepare ada yang dari kalangan PNS, tapi kita prioritaskan yang betul-betul pekerjaannya guru mengaji, bukan sampingan. Kita harap kerjasama ini berlanjut, untuk kedepan penambahan peserta yang dijamin untuk polisnya terus bertambah,” jelasnya.

Aminah, mengurai, program ini berkat kerjasama Pemerintah Kota Parepare dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulsel.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Lubis Latif, menuturkan, Pemerintah Kota Parepare merupakan salah satu Pemerintah daerah yang tanggap dan cepat dalam merespon program tersebut.

“jadi memang belum semua terlindungi. Dan teman-teman di kabupaten/kota se Sulsel juga sementara bergerak seperti yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Parepare, untuk tingkat Sulsel sendiri ada sebanyak 10.000 guru mengaji yang akan diakomodir nantinya,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKCA Parepare HM Nasir Saddu mengatakan, dari total keseluruhan 890 lebih guru mengaji di Kota Parepare yang terdiri dari guru mengaji peduli, dan TKA/TPA, sebanyak 50 untuk tahap awal di tahun 2021 diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Dari data ini kita validasi dengan turun langsung untuk memastikan bahwa guru mengaji tersebut memenuhi syarat yaitu mustahiq. Memang betul-betul guru mengaji sebagai pekerjaan pokok, dan tidak menerima bantuan dana dari pihak manapun,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar