RSUD Andi Makkasau Parepare Penyumbang PAD Terbanyak Tahun 2020

RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.

RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.

Parepare, PANRITA.News – Suasana Pandemi Covid-19 yang terjadi di Kota Parepare pada tahun 2020 tidak membuat penghasilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare kekurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari target yang telah ditentukan bersama, bahkan tercatat RSUD merupakan penyumbang PAD terbanyak di Kota Parepare pada tahun 2020.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Parepare, Jamaluddin Ahmad, mengatakan, selama tahun 2020 dengan suasana Pandemi Covid-19 Pemerintah Kota Parepare masih bisa melebihi target pencapaian PAD.

“Untuk kategori Penyumbang terbanyak PAD pada tahun 2020 itu dari RSUD Andi Makkasau ditambah dengan deposito di Bank Sulselbar,” ungkap Jamaluddin, Senin 22 Februari 2021.

Jamaluddin berharap meskipun kondisi Pandemi masih tetap melanda Kota Parepare namun para wajib pajak tetap melakukan pelaporan pajak penghasilan yang telah diatur dalam Peraturan daerah.

“Meskipun kondisi ini membuat beberapa sektor ekonomi drop namun kemudian tetap perlu dukungan dan konsistensi semua untuk bersama-sama mendukung capaian PAD ini dan para wajib pajak melaporkan pajaknya sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Direktur RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, dr Renny Angraeni Sari, mengatakan, dirinya mengapresiasi manajemen RSUD Andi Makkasau yang telah bekerja dengan maksimal sehingga capaian itu bisa dipenuhi.

“Ini juga tidak lepas atas kepercayaan masyarakat sehingga mereka tetap melakukan aktivitas pengobatan di RSUD, dan tentunya sistem screening dan juga pencegahan Penyebaran Covid-19 dengan melakukan sterilisasi lokasi RSUD secara berkala tetap kita lakukan,” paparnya.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, mengatakan, untuk mengantisipasi kesenjangan ekonomi ditengah gejolak Covid-19 serta bagaimana mencapai tujuan Pemulihan ekonomi di tahun 2021 ini tidak lepas kerja-kerja seluruh masyarakat dengan konsistensi menjaga Protokol Kesehatan.

“Kami minta Protokol Kesehatan tetap menjadi hal yang paling utama khususnya di lokasi aktivitas publik,” urainya.

Tinggalkan Komentar