Dianulir Sebagai Pemenang Tender Pasar Tempe, PT Delima: Kami Bingung

Tim legal PT Delima, M Fakhruddin.

Tim legal PT Delima, M Fakhruddin.

Makassar, PANRITA.News – PT Delima Agung Utama, pemenang proyek Pasar Tempe, Kabupaten Wajo mengaku belum menerima surat pemberitahuan mengenai dibatalkannya tender proyek tersebut oleh Kementerian PUPR. PT Delima berharap pemda memberi klarifikasi secara resmi.

“Sampai sekarang kami belum menerima surat atas dihentikannya proyek itu. Jadi soal pemutusan kontrak tak ada pemberitahuan sama sekali,” ujar Direktur PT Delima Agung Utama Drajat Winanjar melalui tim legal, M Fakhruddin, Jumat (19/20/2021).

Karena itu menurut Fakhruddin, sampai saat ini pihaknya masih sebagai pemenang tender proyek Pasar Tempe. Ia menyebut, kabar pemutusan tender PT Delima masih bersifat desas desus. Sebab sejauh ini pihaknya belum menerima keputusan tertulis.

“Kami juga bingung. Harusnya ada pemberitahuan resmi ke kami. Baik dari Kemen PUPR maupun Pemda Wajo. Agar tidak menjadi opini yang berkembang di luar,” harap Fakhruddin.

Sebelumnya beredar surat edaran dari Kementerian PUPR mengenai proses pembangunan Pasar Tempe Wajo yang dihentikan sementara. Dalam surat itu, PT Delima Agung Utama dinyatakan telah dibatalkan atau dianulir statusnya sebagai pemenang tender. Pemerintah akan melakukan tender ulang.

Pada 13 Februari lalu, surat pembatalan itu sudah disampaikan Kementerian ke Pemkab Wajo. Namun surat tak ditembuskan ke PT Delima.

Dalam surat itu soal status pemutusan kontrak PT Delima Agung Utama dengan PPK PSP-POP Satker pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah ll Sulsel. Disebutkan, keputusan ini telah memasuki tahap penelaah oleh Inspektur Dirjen Kementerian PUPR dan saat ini menunggu rekomendasi akhir.

Fakhruddin mengaku merasa bingung dan heran atas adanya opini yang berkembang itu. Sebelumnya mereka memang menerima surat undangan klarifikasi oleh pihak Ditjen pada 11 Januari 202. Akan tetapi klarifikasi itu belum sampai pada pemutusan kontrak.

Terpisah, Kadis Diskoperindagkop dan UKM Wajo H Ambo tak menampik soal adanya pemutusan kontrak PT Delima. Oa mengakui ada instruksi untuk diadakan lelang tender ulang oleh pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulsel.

“Kami dalam hal ini pihak Pemkab Wajo hanya sebagai penyedia lahan saja,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya pembangunan Pasar Tempe, Kabupaten Wajo menelan anggaran sekitar Rp56 milliar dari anggaran APBN 2020. nggaran tender lelang itu jatuh dianggaran Rp 45 milliar dan merupakan pekerjaan multiyear dimana sebelumnya dilakukan PT Delima Agung Utama selaku pihak rekanan pemenang tender.

Tinggalkan Komentar