Abdul Hayat Gani Pimpin Rapat Tim Terpadu P4GN

Sekretaris Daerah Abdul Hayat Gani Pimpin Rapat Tim Terpadu P4GN.

Sekretaris Daerah Abdul Hayat Gani Pimpin Rapat Tim Terpadu P4GN.

Makassar, PANRITA.News – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, memimpin rapat Rencana Aksi Nasional Penguatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2020-2024 untuk instansi daerah, di Ruang Rapat Command Center Lantai 4 Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, (3/2/2021).

Dalam rapat tersebut, Abdul Hayat menyampaikan maraknya peredaran narkotika di seluruh Indonesia, termasuk Sulsel. Sehingga, perlu dibentuk tim terpadu dan sosialisasi ke masyarakat.

Sesuai Permendagri No 12 Tahun 2019 tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, maka Pemprov telah menindaklanjuti dengan Keputusan Gubernur No. 225/I/Tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Terpadu dan Sekretariat Fasilitas P4GN dan Prekursor Narkotika Pemprov Sulsel.

Menurutnya, pembentukan tim P4GN ini, karena melihat permasalahan narkoba di Indonesia terus meningkat. Salah satu sebabnya adalah kurangnya daya mobilisasi gerakan penanganan narkoba.

Pemerintah memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran, material, dan metodologi, sehingga perlu pelibatan seluruh komponen untuk berperan serta dalam penanganan narkoba.

“Upaya menggalakkan pendayagunaan sumber daya seluruh komponen harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Abdul Hayat.

Dengan pembentukan tim ini, perlu membangun komunikasi, jejaring kerja, dan kepedulian instansi pemerintah dalam P4GN, dan menggerakkan potensi kemandirian para penggiat Anti Narkoba.

Selain itu, perlu juga mengumpulkan data dan informasi terkait penggiat Anti Narkoba, norma yang mendukung lingkungan bersih narkoba, serta merekrut dan membekali calon penggiat Anti Narkoba dengan materi P4GN dan kemampuan menyelesaikan pesan-pesan Anti Narkoba.

Untuk itu, diharapkan memang sangat penting digagas untuk actian di lapangan. Salah satunya adalah pemeriksaan-pemeriksaan rutin dan bertahap.

“Sementara ini ada sembilan OPD yang hadir. Seharusnya, semua OPD harus menjadi relawan untuk narkoba dan yang terpenting adalah segera dibuat perdanya,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar