Puluhan Tahun Berlumpur, Kini Jalan Palampang-Botolempangan Sinjai Beraspal

Puluhan Tahun Berlumpur, Kini Jalan Palampang-Botolempangan Sinjai Beraspal.

Sinjai, PANRITA.News – Infrastruktur jalan pada daerah terpencil menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulsel di bawah kepemimpinan Prof. HM Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.

Seperti jalan ruas jalan Palampang – Munte – Botolempangan di Dusun Ambi, Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai kini telah selesai pengerjaannya.

Jalan sejak Indonesia merdeka ini selama ini berlumpur. Kini telah mulus dengan jalan beraspal.

“Jalan yang puluhan tahun berlumpur, kini ruas jalan ini adalah dulunya jalan kabupaten, namun sekarang ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Sinjai, Gowa dan Bulukumba ini telah menjadi jalan provinsi,” tulis Nurdin di akun Instragramnya.

Lanjutnya, Nurdin mendapat salam dari masyarakat bersama pemerintahan setempat yang hari ini secara swadaya melakukan syukuran atas selesainya pengerjaan jalan tersebut.

“Jika sebelumnya warga mengaku kesulitan dalam memasarkan hasil pertanian mereka, kini dengan adanya akses jalan yang baik, kendaraan dengan mudah memasarkan hasil perkebunan warga, semoga ini semua dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat,” sebutnya.

Acara syukuran dimana masing-masing masyarakat membawa makanan dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Tadi kata sambutan perwakilan masyarakat menyebutkan bahwa jalan ini harus dijaga bersama pemeliharaannya. Masyarakat juga harus merawat tumbuh rumputnya. Saluran tersumbat juga masyarakat harus bergotong-royong memperbaiki. Karena puluhan tahun ditunggu baru ada. Terimakasih Pak Gubernur sudah memperhatikan kami di pelosok hingga harga hasil tani sudah bisa bernilai,” ucap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Edy Rahmat.

Lanjut Edy, bahwa pengerjaan jalan sejak dua tahun lalu. 2018 dimulai dengan pembukaan jalan. Tahun 2019 dan 2020 pengaspalan.

2019 dengan konstruksi jalan 5 Km, dengan lebar jalan 7,5 meter dengan nilai kontrak Rp28 milyar. Tahun 2020 melalui Anggaran Pokok konstruksi jalan dengan panjang 3,7 Km dengan lebar aspal 5,5 meter dengan nilai kontrak Rp15 milyar dan telah selasai 100 persen.
Dan 2020 melalui perubahan anggaran perubahan, konstruksi jalan 4,5 Km, lebar aspal 5,5 meter dengan nilai anggaran Rp19 milyar. 

Tinggalkan Komentar