Cegah Diabetes dan Hipertensi, Dinkes Bontang Imbau Warga Perhatikan Gaya Hidup

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, dr Bahauddin.

Bontang, PANRITA.News – Angka penderita penyakit diabetes dan hipertensi terdata cukup tinggi di Bontang. Bahkan kedua penyakit ini berada di posisi dua besar penyakit tidak menular di Kota Taman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, dr Bahauddin mengatakan, timbulnya kedua penyakit ini disinyalir lantaran warga kurang menjalani aktivitas fisik serta kurang memperhatikan pola makan sehari-hari. Dampak dari penyakit ini yakni stroke dan jantung.

Berdasar data Dinkes Bontang pada 2019 lalu, angka penderita hipertensi mencapai 13.648. Sementara penderita diabetes sebanyak 4.318 orang. Angka ini diambil dari akumulasi kunjungan pasien hipertensi dan diabetes yang melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan (faskes) yang tersebar di Bontang. “Jadi semua laporan itu masuk ke kami, dari situ angka-angka ini diperoleh,” ujarnya Kamis (3/12/2020).

Untuk mengindari kedua penyakit ini, Bahauddin menekankan kepada publik untuk memperhatikan gaya hidup dan pola konsumsi, hingga tidak mengabaikan pentingnya aktivitas fisik harian. Terlebih bagi mereka yang memasuki usia 35 tahun ke atas. “Jangan enaknya saja. Perhatikan juga kandungan gizi dalam makanan tersebut,” tegasnya.

Ia menganjurkan pula untuk membatasi garam, gula, dan lemak sesuai anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Tujuannya untuk menghindari berbagai penyakit tidak menular di atas. Takaran gula maksimal empat sendok makan atau setara 54 gram per harinya. Sementara garam paling banyak satu sendok teh dan lemak atau minyak lima sendok makan.

Selain itu Dinkes Bontang juga mengimbau untuk lebih baik mengonsumsi buah dan sayur sebagai cemilan dan jangan menambah garam atau kecap pada makanan yang telah tersaji. Serta memasak dengan langkah direbus, dikukus, atau dipanggang.

Tinggalkan Komentar