Mendapat Stigma Negatif di Masyarakat, ODHA Butuh Dukungan Psikososial

Penanggung jawab Pelayanan Kesehatan Reproduksi Komprehensif (PKRK) Puskesmas Bontang Selatan II, dr Ruri Harmawanti Dwi Lestari.

Bontang, PANRITA.News – Sama seperti kebanyakan di daerah lain, keberadaan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di tengah-tengah masyarakat Bontang pun kerap kali mendapatkan stigma negatif dari masyarakat sekitar. Karena dirasa berbahaya atau karena lain hal, sehingga mereka kerap dijauhi.

Hal ini pun turut dibenarkan Penanggung jawab Pelayanan Kesehatan Reproduksi Komprehensif (PKRK) Puskesmas Bontang Selatan II, dr Ruri Harmawanti Dwi Lestari.

Sejak awal dirinya mengurusi masalah HIV/AIDS hingga saat ini, sudah banyak stigma negatif yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kepada mereka para penderita. Namun berkat dorongan dan dukungan kuat dari para petugas medis, para kader kelompok dukungan sebaya, sehingga hal tersebut cukup membantu mereka untuk tidak putus asa dan hilang harapan.

dr Ruri pun berharap, agar stigma negatif dan memandang sebelah mata para ODHA ini tidak sampai terjadi lagi di tengah-tengah masyarakat.

“Kami terus menyemangati mereka agar tidak depresi. Termasuk sampai menjadi teman curhat mereka,” tuturnya, Selasa (1/12/2020)

Dipaparkan dr Ruri, dari beberapa sumber penularan HIV/AIDS, saat ini masih didominasi dari hubungan seksual. Sehingga perlunya edukasi dan deteksi dini dari masyarakat khususnya para remaja agar mengetahui bahayanya penyakit HIV/AIDS. Mengingat saat ini pergaulan negatif remaja begitu marak terjadi.

Selain itu juga butuh dukungan orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dari tontonan negati dari sosial media dan pergaulan negatif. Seperti seks bebas, narkoba, dan lainnya.

“Karena jika sudah tertular, penyesalannya bisa seumur hidup karena tidak bisa sembuh,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar