Interupsi Nursalam Tutup Paripurna Anggaran DPRD Kota Bontang

Anggota DPRD Kota Bontang, Nursalam.

Bontang, PANRITA.News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Nursalam memecah khidmat Rapat Paripurna Terkait pengesahan Anggaran Tahun 2021, Rabu 25 November 2020 di ruang Paripurna DPRD dengan suara “interupsi” yang diiyakan oleh pimpinan rapat, Andi Faizal.

Ada dua persoalan yang dianggap penting agar mendapat atensi khusus oleh Pejabat Sementara (pjs) Wali Kota Bontang Riza Indra Riadi oleh legislator yang khas dengan tampilan nyentrik berambut gonrong ini.

“Untuk Pjs Wali Kota yang menyisakan masa kerjanya agar bisa memberikan kesan yang dikenang oleh masyarakat bontang, untuk bisa menuntaskan 2 persoalan yang urgent,” ujar Nursalam.

Hal pertama adalah, proteksi kelayakan beban angkutan pada mobil truck milik perusahan yang kerap melebihi tonase untuk klasifikasi Jalan kota dinilai Nursalam sebagai dalang penyebab rusaknya beberapa ruas jalan Soekarno Hatta hingga jalan moeh Roem di kelurhan bontang lestari.

“Tolong pak Pjs, truck bermuatan besar untuk ditertibkan itu, karena jalan akses kita kesini banyak yang mulai rusak”, ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu penertiban dan penegakan aturan  keberadaan truk dengan kelebihan tonase untuk meminimalisir kerusakan jalan.

“Walaupun berungkali dikerja kalo truck nya masi muat lebih, tetap akan rusak lagi.” ujar Nursalam.

Untuk diketahui Pemerintah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan menjelaskan Jalan kelas III dapat ditetapkan muatan sumbu 8 Ton.

Sementara dari pantaun panrita.news, akses jalan menuju bontang lestari telah dilakukan perbaikan walaupun dengan system tambal sulam, Adapun bagian kondisi yang rusak parah terletak di pertigaan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini sudah baik meski belum bisa dilalui.

Poin kedua yang menjadi perhatian Nursalam yaitu adanya kastin beton di pertigaan ahmad yani dan Pattimura kelurahan Api-api.

Nursalam menilai, pekerjan penambahan batas jalan tanpa diawali dengan pengerukun aspal akan mengakibatkan hasil yang kurang maksimal untuk menjadi media tanam.

“Coba bapak Pjs cek kesana, bisa dipanggil kadis PU untuk menjelaskan kenapa tidak dikeruk dulu”. pintanya.

Nursalam menambahkan, jika 2 persoalan ini dapat terselesaikan, dapat menjadi kenangan manis untuk masyarakat Bontang terhadap Kepedulian Riza Indra Riadi yang menyisakan beberapa hari sebelum menunaikan masa tugasnya sebagai Pjs Wali Kota Bontang yang akan berakhir pada 5 desember 2020.

Tinggalkan Komentar