Gubernur Sulsel Ingin Terapkan Budaya Jalan Kaki Pasca Pembangunan Twin Tower

Makassar, PANRITA.News – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, ingin menerapkan budaya jalan kaki pasca pembangunan twin tower.

Ia mengatakan, setelah pembangunan twin tower tersebut, semua bisa naik kendaraan umum seperti bus dan langsung turun di halte, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki menuju ruangan masing-masing.

“Ini budaya baru yang kita akan bangun di kantor baru ini nantinya. Kita cukup jalan kaki saja bersama-sama masuk kantor, dan kita cukup baik bus saja ke kantor baru ini,” ujarnya, usai menyaksikan proses penandatanganan kontrak kerja pembangunan gedung twin tower antara PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) Sulsel dengan PT Waskita Karya, di Rujab Gubernur, Rabu 4 November 2020.

BACA JUGA:  Sekda Sulsel Jufri Rahman Pamit Usai Hampir 4 Dekade Mengabdi: Yang Berakhir Jabatan, Bukan Pengabdian

Ia menyebutkan, banyak alasan kenapa twin tower ini harus dibangun. Pasalnya, selama ini kantor pemerintahan sangat berjauhan dengan kantor gubernur. Akhirnya, terjadi jalan sendiri-sendiri karena kurangnya koordinasi.

“Selama ini terjadi kerja sendiri-sendiri karena kantor berjauhan. Saya kira ini adalah bentuk kolaborasi yang harus kita bangun bersama selama ini, lewat gedung twin tower,” tutupnya.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Tegaskan Insentif Fiskal dari Pusat untuk Kepentingan Masyarakat

Hadir pada penandatanganan kontrak kerja sama ini, Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) HM Taufik Fachrudin MM, Senior Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk Ir Septiawan Andri Purwanto MM, dan seluruh rombongan lainnya. 

Comment