Dinas Perpustakaan Sulsel Road Show Pengembangan Kegemaran Membaca di Selayar

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Road Show Pengembangan Kegemaran Membaca.

Selayar, PANRITA.News – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemprov Sulsel road show untuk pengembangan kegemaran membaca di Rayhan dan Resto Kepulauan Selayar, Senin (26/10/2020).

Dalam road show tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi Setda Kepulauan Selayar Drs. Dahlul Malik, M.H., bersama PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Prov. Sulsel Nazaruddin, S.Ag, M.Sos.I., Kadis Perpus dan Kearsipan Selayar Salahuddin, S. Sos bersama sejumlah Kepala Desa dan staf.

Dalam kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemprov Sulsel juga akan memberikan bantuan hibah kepada 15 perpustakaan berupa dua unit komputer, 300 eksemplar buku, dan dua buah rak buku untuk masing-masing desa. 15 Kepala Desa bersama stafnya sekaligus mendapatkan pelatihan bagaimana memanfaatkan perpustakaan desa.

Terkait dengan bantuan itu, para Kepala Desa akan mengambilnya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Asisten Administrasi dalam sambutanya mengatakan, saat ini paradigma perpustakaan sudah mengalami perubahan.

“Kalau dulu perpustakaan identik dengan tempat membaca dan meminjam buku, maka sekarang perpustakaan sudah bertransformasi, bukan hanya tempat membaca dan meminjam buku saja, maka perpustakaan sudah berfungsi sebagai pusat informasi dan tempat berkegiatan masyarakat,” kata Dahlul Malik.

Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi eksklusif melainkan inklusif. Perpustakaan kata dia adalah salah satu tempat informasi dan kegiatan belajar masyarakat dengan melaksanakan berbagai macam pelatihan guna pengembangan kualitas SDM yang bisa mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Selayar.

Kadis perpustakaan dan Kearsipan Selayar Salahuddin menyampaikan sejumlah harapan kepada para Kepala Desa khsususnya yang mendapatkan bantuan agar benar-benar dapat memanfaatkan dengan baik perpustakaan desanya.

“Kemudian penempatannya harus yang mudah diakses oleh masyarakat seperti tempat – tempat keramaian, kemudian bantuan ini harus di tempatkan di desa dan digunakan oleh semua kalangan,” ucapnya.

Sedangkan PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Prov. Sulsel Nazaruddin mengatakan, bantuan yang diturunkan itu bukan diperuntukkan untuk administrasi desa, tetapi di peruntukkan bagi masyarakat.

“Desa yang dibantu ini menyiapkan internet supaya masyarakat bisa menggunakan mencari ide-ide apa yang mereka akan lakukan supaya menambah SDM masyarakatnya,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar