Formal Sulsel Bahas Evaluasi Distribusi LPG Bersama Pertamina

Formal Sulsel Bahas Evalusi Distribusi LPG Bersama Pertamina.

Makassar, PANRITA.News – Puluhan masyarakat dari berbagai kalangan turut meramaikan Webinar Dialog Publik yang diselenggarakan Forum Komunikasi Alternatif Pemuda (Formal) Sulsel, Kamis (15/10/2020).

Kegiatan yang mengangkat tema “Evaluasi Distribusi LPG: Pantauan Ketersediaan dan Pengawasan Kelangkaan” ini berlangsung melalui aplikasi Zoom.

Turut hadir selaku pembicara, Taufiq Kurniawan selaku Sr Suvervisor Communications and Relations PT Pertamina MOR VII), Drs Andi Sura Suaib selaku Kadis Disperindag Kabupaten Gowa.

Pada kesempatan itu, Taufiq Kurniawan mengawali pembicaraannya dengan menjelaskan bagaimana alur pendistribusian subsidi LGP hingga sampai ke tangan masyarakat.

“Pengawasan bersama seluruh unsur terkait (masyarakat, kepolisian, Disperindag, media). Penindakan bagi setiap pelaku usaha yang menyalahgunakan / melanggar peraturan apabila terbukti. Tambahan pasokan terus dilakukan, terakhir Pertamina menambah 12,360 tabung pada saat libur panjang tahun baru hijriah diluar kuota yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Selain itu, Taufiq mengatakan bahwa untuk mengatasi kelangkaan, pihaknya senantiasa mensosialisasikan dan menganjurkan penggunaan Bright Gas.

“Sudah dilakukan penambahan outlet di setiap daerah untuk mengurangi kelangkaan LPG sosialisasi perubahan penggunaan LPG 3 KG ke Bright Gas sudah kami lakukan ke daerah-daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Andi Sura Suaib mengungkapkan bahwa penambahan kuota LGP masih sangat diperlukan.

“Terutama penambahan kuota LPG di sektor pertanian, dan penambahan pangkalan terutama di dataran tinggi di Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan dalam menyelesaikan masalah pengecer yang nakal menaikkan HET, Pihak pertamina diharapkan mampu merelisasikan 80 OVO (One Village One Outlet) yang direkomendasikan Pemkab Gowa di Pertemuan Nasional 2 tahun yang lalu yang baru 12 OVO yang terealisasi.

Direktur Formal Sulsel, Usman menilai bahwa terjadinya kelangkaan LPG dikarenakan mekanisme distribusi tidak dilakukan secara maksimal seperti misalnya masih banyak masyarakat menengah ke atas yang masih menggunakan gas LPG 3 Kg.

“Olehnya itu, saya kira pengawasan terhadap distribusi dan kesadaran masyarakat masih sangat perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar