KLHK P3E Sulawesi-Maluku dan HMI Cabang Gowa Raya Gelar Pelatihan Budidaya Maggot

KLHK Melalui P3E Sulawesi-Maluku Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Organik

KLHK Melalui P3E Sulawesi-Maluku Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Organik.

Gowa, PANRITA.News – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Pusat Pengendalian Pembangunan Ekorigoen (P3E) Sulawesi dan Maluku menggelar kegiatan sekolah sungai dengan mengusung tema “Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik Terhadap Budidaya Black Soldier Fly (BSF) Maggot” di Jo’jo Batara, Bontolerung, Kabupaten Gowa, Kamis (17/09/2020).

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, Kegiatan ini bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, Bidang PSDA dan Lingkungan Hidup.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah unsur lembaga dan komunitas diantaranya Komunitas Pecinta Sungai Jeneberang, WaKil Foundation, Envihsa Kesmas UIN Alauddin, Indonesian River Care, DEMA Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin, HMJ Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin, kerukunan pemuda limbua, serta Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sumber Daya Air Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat P3E Sulawesi dan Maluku, Darhamsyah mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut yaitu P3E ingin mengenalkan kepada masyarakat yang dikemas dengan cara praktek pengelolaan sampah secara mudah agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran terhadap kebersihan dan kualitas sungai.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan lebih banyak ke praktis karena dalam kondisi Covid-19 sekarang ini yang dibutuhkan adalah pengetahuan-pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan terutama untuk masyarakat di daerah. Nah, kita hadir di Bontolureng ini bagaimana mengelola sampah secara mudah dan murah,” tuturnya.

Lebih lanjut ia berharap, di masa pandemi Covid-19 dengan adanya pelatihan ini masyarakat Kelurahan Bontolureng diharapkan mampu mengembangkan dengan kondisi alam sekitar melalui metode BSF juga tetap produktif dan memperoleh penghasilan walau di rumah saja.

“Kita tahu BSF ini sudah berkembang di tempat-tempat lain dan kita membawa ini kesini juga (Bontolureng) tentunya bisa mereka kembangkan dan di modifikasi sesuai dengan kondisi alam. Untuk masa pandemi saat ini bagaimana masyarakat mendapatkan penghasilan dan kemudian ada pembelajaran dengan tidak perlu kemana-mana cukup dirumah saja ini sudah bisa dilakukan,” jelasnya.

Adapun selama dua hari pelaksanaan dilakukan, sejumlah kegiatan seperti pemutaran film lingkungan “Diam & Dengarkan, focus grup discussion dan pelatihan budidaya maggot BSF, pelatihan komposting dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik dengan metode eco brick.

Sementara itu, Wasekum Bidang PSDA & Lingkungan hidup HMI Cabang Gowa Raya mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap agar masyarakat dapat menjaga kebersihan sungai sehingga proses kehidupan terus berjalan, karena tidak bisa dipungkiri air adalah sumber penting dalam kehidupan, karena dari focus grup discussion bersama warga bontolerung selama ini masih banyak warga yang membuang sampah domestik maupun plastik ke tebing aliran sungai jeneberang.

Lanjut wandi sapaan akrabnya yang juga aktifis lingkungan memberi apresiasi kepada Kementrian LHK dalam hal ini P3E Sulawesi dan Maluku, dan pemerintah kabupaten Gowa melalui DLH Gowa dan pemerintah setempat, dan atas terlaksananya pelatihan pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot.

“Saya berharap kepada masyarakat Kelurahan Bontolureng khususnya dan umumnya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap menjaga sungai agar lebih bersih, lebih produktif sehingga air dapat dimanfaatkan masyarakat banyak, dan saya berharap juga program ini saya akan rekomendasikan dalam rapat kerja  HmI Cab. Gowa Raya dibawah kepemimpinan ardiansyah dalam waktu dekat ini sebagai lanjutan program dan berharap bisa menjadi binaan,” pungkas Wandi.

Tinggalkan Komentar