Soal Sekolah Tatap Muka, Gubernur Sulsel Tunggu Kesiapan Kepsek

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah.

Makassar, PANRITA.News – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, mengatakan, kebijakan proses belajar tatap muka tak mesti harus melalui keputusan gubernur.

Bupati ataupun Wali Kota justru didorong oleh Nurdin untuk menyiapkan pembelajaran tatap muka, jika memang telah siap. Bahkan jika perlu, keputusan belajar tatap muka bisa diserahkan ke kepala sekolah masing-masing.

Menurutnya, pihak sekolah yang paling tahu bagaimana kesiapan mereka untuk menerapkan belajar tatap muka

“Jadi kepala sekolah itu harus mengecek kesiapan, baru melaporkan. Bahwa sekolah kami Pak sudah siap tatap muka dengan protokol kesehatan,” kata Nurdin.

Setelah itu dikatakannya, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan mengecek sekolah yang dimaksud. Pemerintah akan mengecek apakah benar persyaratan protokol kesehatan di sekolah tersebut sudah siap atau belum untuk membuka kembali sekolah.

“Karena sekali kita buka, tidak akan mungkin kita tutup lagi. Makanya harus diperketat, kalau Gubernur perintahkan buka, belum tentu semua siap,” ucapnya.

“Jadi kepala sekolahnya sendiri lah, dia yang memastikan bahwa sudah layak untuk tatap muka atau tidak,” tambahnya.

Proses belajar mengajar di Sulsel sendiri hingga saat ini masih menerapkan sistem jarak jauh lantaran kasus covid-19. Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel juga sudah berkali-kali memperpanjang kebijakan belajar dari rumah.
Bahkan terbaru, kebijakan belajar dari rumah diperpanjang sejak 24 Agustus hingga 5 September 2020.

Namun menurut Nurdin, surat edaran terkait proses belajar daring saat ini bersifat fleksibel. Semua masih bisa berubah. Apalagi Pemprov Sulsel juga tengah menggodok pedoman protokol kesehatan yang akan diterapkan ke semua kabupaten/kota.

“Ya jadi edaran itu fleksibel, jadi kalo ada usulan dari kepala sekolah ‘kami sudah siap pak’, kita kasi (belajar tatap muka), sama kita tunggu kepala sekolahnya aja,” tutup Nurdin.

Tinggalkan Komentar