FPM: Pengelolaan Hutan Pinus di Tombolopao Gowa Amburadul

Gowa, PANRITA.News – Front Pemuda dan Masyarakat (FPM) Tombolopao akan mengawal dugaan pelanggaran pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu di Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa

Adapun lokasi dugaan pelanggaran tersebut terletak di 5 Desa di Kecamatan Tombolopao yakni Desa Erelembang, Desa Tonasa, Desa Pao, Desa Tabbinjai, serta Desa Bolaromang.

Koordinator Lapangan FPM Tombolopao, Muh. Murtadha Hamsa menganggap bahwa pengelolaan hutan pinus di Kecamatan Tombolopao, khususnya Hasil Hutan Bukan Kayu (Penyadapan Getah Pinus) amburadul.

Hal tersebut menurut Muh. Murtadha Hamsa, diduga kuat akibat pengelolaan oleh perusahaan dan korporasi yang banyak melakukan pelanggaran.

“Kami akan melakukan pengawalan terkait amburadulnya pengelolaan hutan pinus di 5 Desa di Kecamatan Tombolopao. Kami menganggap bahwa pengelolaan hutan pinus tersebut sarat akan pelanggaran. Kami yakin banyak aktor yang melatar belakangi ini semua. Aktornya sementara kami telusuri lebih jauh. Yang pasti, salah satunya adalah perusahaan yang beroperasi di lokasi tersebut,” jelas Murtadha Hamsa dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/8/2020).

Salah satu temuan Front Pemuda dan Masyarakat (FPM) Tombolopao di beberapa lokasi penyadapan adalah ketidaksesuaian antara Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan kondisi di lapangan. Ditambah lagi dengan dugaan ketidakberpihakan korporasi dan pihak bersangkutan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Jika kita melihat SOP terbaru yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 31 Maret 2020, maka sangat banyak pelanggaran yang terjadi. Kemudian dari data yang kami peroleh, banyak mekanisme dan proses pengelolaan yang dilakukan oleh korporasi dengan pemerintah setempat yang tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pemuda dan Masyarakat yang tergabung dalam FPM akan mengawal dugaan pelanggaran ini hingga  pengelolaan hutan pinus di Tombolopao berpihak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami akan mengawal isu tersebut hingga tuntas. Kami menginginkan agar pengelolaan hutan pinus di Tombolopao berpihak pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Itu saja,” tutup Tada’ sapaan akrab Koordinator Lapangan FPM Tombolopao.

Tinggalkan Komentar