Ketua PKK Sulsel Imbau Masyarakat Perhatikan Hewan Kurban yang Aman Dikonsumsi

Webinar Keamanan Pangan Daging Kurban di Era Pandemi Covid-19 bersama pengurus PKK Se-Sulsel yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel

Webinar Keamanan Pangan Daging Kurban di Era Pandemi Covid-19 bersama pengurus PKK Se-Sulsel yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Makassar, PANRITA.News – Memasuki Idul Adha yang jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020 mendatang, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengimbau agar masyarakat memerhatikan keamanan pangan daging kurban serta proses penyembelihan di era pandemi Covid-19.

“Kita sebentar lagi akan mengadakan kurban, dan kita semua harus tahu, apa yang akan kita berikan harus yang terbaik. Daging yang disembelih harus memenuhi kriteria ASUH, yakni aman, sehat, utuh dan halal,” urai Lies pada Webinar Keamanan Pangan Daging Kurban di Era Pandemi Covid-19 bersama pengurus PKK Se-Sulsel yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu, (25/7/2020).

Kepada seluruh kader PKK, Lies juga mengimbau untuk memberi contoh kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, khususnya memasuki hari raya Idul Adha.

“Di masa pandemi ini, kita kembali akan memasuki hari raya besar Idul Adha, PKK harus memberikan contoh kepada masyarakat untuk tetap menggunakan protokol kesehatan. Di beberapa daerah mungkin sudah ada yang akan melaksanakan Salat Ied berjamaah di masjid, mohon imbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Hadir dalam kegiatan webinar ini, Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulsel, drh. Lina Saking yang menjelaskan prinsip protokol keamanan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi.

“Wajib memastikan kesehatan personil dan hewan yang akan disembelih, penerapan protokol kesehatan, kewaspadaan dini terhadap penularan dan memerhatikan kebersihan lingkungan,” jelas Lina Saking.

Selain memastikan hewan kurban dalam keadaan sehat sesuai kriteria ASUH, personil yang terlibat dalam penyembelihan hewan sehat dan menerapkan protokol kesehatan, Lina menegaskan agar masyarakat tidak berkumpul di area penyembelihan.

“Jadi masyarakat yang memiliki hewan kurban yang akan disembelih maupun masyarakat yang akan menerima hewan kurban tidak perlu berkumpul di area penyembelihan, tetap taati protokol kesehatan secara tertib,” jelas Lina.

Sementara, berdasarkan data organisasi pangan dunia FAO yang dipaparkan pada webinar ini, hewan potong baik sapi, kerbau, kambing dan unggas tidak berpotensi terinveksi virus Covid-19. Juga belum ada bukti bahwa virus Covid-19 dapat ditularkan dari hewan potong ke orang dan sesama hewan ternak.

“Sehingga yang benar-benar perlu diperhatikan adalah kriteria ASUH tadi, proses penyembelihan, jika seluruh kriteria ini terpenuhi maka daging aman dikonsumsi,” pungkas Lina. 

Tinggalkan Komentar