Camat Ujung Tanah Dukung Program Gubernur Sulsel, Penanganan Covid-19 Berbasis RT/RW

Camat Ujung Tanah Dukung Program Penanganan Covid-19 Berbasis RT/RW Gubernur Sulsel

Camat Ujung Tanah Dukung Program Penanganan Covid-19 Berbasis RT/RW Gubernur Sulsel.

Makassar, PANRITA.News – Penyebaran Virus Corona (Covid-19) menjadi perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Berbagai tingkat pemerintahan dilibatkan, termasuk camat, lurah dan RT/RW.

Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah terus melakukan berbagai upaya pencegahan berupa pembagian masker, penyemprotan disinfektan maupun edukasi masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya sampaikan kepada Lurah dan RT/RW. Bahwa pimpinan yakni Pak Gubernur dan Pak Wali ingin penanganan (Covid-19) ini berbasis RT/RW. Jika pengawasan dan kontrol kita dekat dengan masyarakat dan jika akif, maka masalah ini akan selesai,” kata Camat Ujung Tanah, Drs Andi Unru, MSi usai apel pagi di Kantor Camat Ujung Tanah, Sabtu, (4/7/2020).

Bersama Lantamal, Yonmar, lurah, RT/RW dan satgas kebersihan serta lurah untuk penyemprotan disinfektan secara masif di lima titik, yang berada di wilayah Jalan Barukang Raya dan Jalan Sabutung

“Kami di lima titik antara perbatasan Kecamatan Ujung Tanah dengan Kecamatan Wajo dan Tallo. Di jalan-jalan masuknya,” ujarnya.

Penyemprotan ini sesuai dengan arahan dari Ketua PMI, Gubernur Sulsel dan juga Wali Kota Makassar agar dilakukan penyemprotan disinfektan, dan telah memasuki minggu ketiga. Pada minggu kedua, Penjabat Wali Kota Makassar yang baru, Prof Rudy Djamaluddin melakukan pembukaan.

Andi Unru menjelaskan dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 ini, maka memanfaatkan dan melibatkan seluruh potensi yang ada. Bersinergi dengan lurah, Linmas, RT/RW dengan Lantamal dan kepolisian melakukan imbauan protokol kesehatan.

“Dan juga kepada masyarakat yang lalu lalang tidak pakai masker. Kita ingatkan kerena dampaknya, kita berikan pengertian,” ujarnya.

Imbuhnya, Jumat, 3 Juli, petugas satgas, bersama Babinsa dan Babinkantibmas dengan lurah juga melakukan penyemprotan di tempat ibadah dan pemukiman.

“Selain itu, kami melihat masyarakat Ujung Tanah yang religius, efektif juga memberikan informasi masjid. Makanya setelah salat Jumat, saya serentak bersama lurah. Meminta waktu sedikit untuk menyampaikan bahwa Corona masih ada. Meskipun PSBB sudah berhenti, tetapi protokol kesehatan tetap harus diperketat,” terangnya.

Andi Unru misalnya di Masjid Nurul Huda Jalan Barukang Raya menyampaikan pesan, bahwa tanpa ada kesadaran dan kekompakan serta tanpa kejujuran tidak mungkin penyebaran Corona dapat diputus. Selain itu belum ada vaksin yang ditemukan.

Kepada lurah dan RT/RW, Ia menyampaikan harapan Gubernur, Prof HM Nurdin Abdullah agar dapat merubah lingkungan mereka dari zona merah ke zona hijau.

“Saya juga memanggil lurah, bahwa sayang, jika hadiah yang disiapkan oleh Pak Gubernur bagi RT/RW yang bisa merubah wilayahnya dari zona merah ke zona hijau tidak bisa kita raih,” ucapnya.

Teknis selanjutnya, Camat Ujung Tanah ini meminta lurah melakukan maping di wilayah masing-masing, berdasarkan data dari Puskesmas bekerjasama RT/RW dan TNI membuatkan pemetaan atau maping zona merah dan zona hijau. Sehingga dapat diberikan perhatian khusus terutama di zona merah.

Kemudian dilaporkan ke Gubernur. Ia juga berencana untuk mengundang langsung Pj Wali Kota untuk berkunjung ke Kecamatan Ujung Tanah, agar dapat berdialog dengan RT/RW dengan lurah. Sebab menurutnya, masing-masing kecamatan di Makassar punya karakteristik dan masalah yang beda-beda.

“Kami juga akan menyiapkan presentase masing-masing lurah dengan data lengkap. Ini bentuk dukungan kami pada program provinsi dan kota dalam penanganan Covid-19 berbasis RT/RW,” pungkasnya. 

Tinggalkan Komentar