Warga Bontonompo Selatan Gowa Resah dengan Keberadaan Tambang Pasir

Warga Bontonompo Selatan Gowa Resah dengan Keberadaan Tambang Pasir

Warga Bontonompo Selatan Gowa Resah dengan Keberadaan Tambang Pasir.

Gowa, PANRITA.News – Pada Selasa 30 Juni 2020, terlihat sejumlah Spanduk terpasang di ruas-ruas Jalan Bontonompo selatan Kelurahan Bontoramba dan Desa Pa’Bundukang bertuliskan keresahan masyarakat pada apa yang di timbulkan oleh keberadaan tambang pasir yang sudah lama beroperasi di Bontonompo Selatan.

Dari sejumlah tulisan Spanduk itu, masing bertuliskan “Mariko tambang jai limbu’bu”, “Kalian Yang Menambang Kami Yang Sengsara”,
“Stop tambang Banyak Debuna”.

Dari spanduk yang terpasang mengisyaratkan adanya keresahan masyarakat terkait tambang yang berdampak pada lingkungan masyarakat yang mulai tercemar dan mengganggu aktivitas masyarakat yang menjadi akses Jalan utama aktivitas dari tambang di Bontonompo selatan.

Informasi yang dihimpun, tambang pasir di Bontonompo selatan yang sudah memiliki empat titik penggalian membuat banyak masyarakat yang khawatir karena dampak yang akan ditimbulkan kedepannya juga sering menimbulkan kecelakaan akibat jalan yang dipenuhi pasir dan licin.

Salah satu pemuda Bontonompo Selatan Muhammad ilham Ramadhan mengatakan Sebelum menjadi bahan pertimbangan tersendiri untuk pemerintah daerah dan yang sejak jauh-jauh hari telah memberikan larangan tegas untuk pertambangan galian C di dataran rendah Kabupaten Gowa di karenakan awalnya cuman percetakan sawah namun kata dia penambangan itu tetap terjadi di Bontonompo Selatan.

“Informasi yang di dapat izinnya menggunakan izin percetakan sawah tapi faktanya ada penjualan pasir dan tanah,” ungkap Ilham

Tinggalkan Komentar