Gugus Tugas Covid-19 Sulsel Gelar Video Conference Update Penanganan Corona

Gugus Tugas Covid-19 Sulsel Gelar Video Conference Update Penanganan Corona

Gugus Tugas Covid-19 Sulsel Gelar Video Conference Update Penanganan Corona

Makassar, PANRITA.News – Gugus Tugas Covid-19 Sulsel membagikan kabar terbaru terkait penanggulangan virus Corona kepada media, melalui video conference, Selasa (23/6/2020) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Prof Syafri, mengatakan, gugus tugas sudah secara proaktif melakukan hal-hal terkait dengan penanganan virus Corona.

“Tentunya kita tetap mengedepankan koordinasi lintas sektor, koordinasi tingkat wilayah dan ini sebenarnya yang menjadi kunci penanganan Covid-19. Ini bukan hanya terkait masalah kesehatan saja, tetapi juga masalah sosial, di situ juga ada masalah ekonomi yang dimana ini kita harus lakukan secara terintegrasi,” katanya.

Ia mengungkapkan, Pemprov Sulsel telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam penanganan Covid-19 tersebut. Mengingat, kasus Covid-19 di Sulsel ini 70-80 persennya adalah representasi dari Makassar.

“Kita sudah berkoordinasi, kita mengharapkan adanya massive tracing, intensif testing, serta edukasi, dan beberapa waktu ini akan diterapkan punish and reward,” jelasnya.

Prof Syafri berharap, media dapat memberikan informasi yang positif terkait pemberitaan Covid-19.

“Tentunya teman-teman media ini juga mengharapkan agar Covid-19 ini bisa dieliminir dengan cepat. Karena kita tahu bersama bahwa pandemi ini sangat menguras energi, membuat kita kurang produktif,” ujarnya.

Senada dengan penjelasan Prof Syafri, Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Ismail Hajiali, menyampaikan, apa yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar pada beberapa minggu terakhir adalah suatu upaya untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Seperti yang diketahui bahwa minggu kemarin kita telah membentuk Inspektur Covid dan hari itu juga dilakukan sosialisasi di kelurahan dan kecamatan yang melibatkan berbagai pihak. Sampai pada hari Sabtu kemarin kita melakukan penerapan sanksi dari Peraturan Wali Kota kepada orang-orang dan tempat usaha yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan,” bebernya.

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga telah melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di seluruh wilayah Kota Makassar.

“Hari Sabtu dan Minggu kita melakukan penyemprotan disinfektan secara massal. Ada 15 kecamatan yang menjadi prioritas utama, khususnya jalan-jalan utama, pusat perbelanjaan dan tempat ibadah. Ini semua tentu menjadi upaya bagaimana agar masyarakat kita bisa terhindar dari Covid-19 dan yang terpapar bisa tertangani,” tambahnya.

Ia menambahkan, sampai hari Selasa ini, Inspektur Covid di Makassar tetap melakukan edukasi kepada masyarakat.

“Walaupun sebagian masyarakat mungkin menganggap bahwa virus ini sudah berlalu, tetapi kita tidak pernah berhenti untuk melakukan edukasi, sosialisasi dan menyampaikan apa yang menjadi resiko jika tidak mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari, menegaskan, peningkatan dan penurunan angka positif Covid-19 bukan sebuah ajang perlombaan. Bukan untuk menentukan provinsi mana yang banyak atau sedikit positif corona.

“Yang pasti memang virus ini menyebar secara cepat, jadi logikanya jika di suatu tempat protokol kesehatan tidak dijalankan, maka tidak mungkin mendapatkan angka (positif corona) yang sedikit,” tegasnya.

Menurutnya lagi, penguatan social distancing dan physical distancing harus dilakukan, bukan hanya di luar rumah, tetapi juga di dalam rumah.

“Seperti penambahan yang terjadi di Bulukumba, berdasarkan hasil tracing contact yang kita dapatkan itu adalah kontak serumah. Kami sampaikan juga bahwa sampai saat ini, rapid test kepada masyarakat masih terus kita lakukan dan tentunya juga penyediaan fasilitas pendukung lainnya,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar